Kejari Karo Hitung Kerugian Dugaan Korupsi Pembangunan 171 Rumah Pengungsi Sinabung

oleh
Kepala seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan, Ika Nius Nardo SH. (Marko Sembiring/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Kasus dugaan korupsi pembangunan 171 rumah pengungsi Sinabung di Gang Garuda Kabanjahe, menjadi salah satu prioritas utama Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, mengingat rumah tersebut sudah 6 tahun terbengkalai tanpa ada niat baik dari pengurus Aron pembangunan untuk menyelesaikan pembangunannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Tri Sutrisno SH,MH melalui Kepala seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan, Ika Nius Nardo SH di ruang kerjanya, Senin ( 7/11/2023) mengatakan bahwa kasus tersebut tetap akan dilanjutkan sampai semuanya menjadi terang benderang.

BACA JUGA..  Sengketa Lahan Seluas 38 Ha di Mabar Hilir, PT KIM Berada di Wilayah Medan Sesuai Putusan Kasasi

“Tim Auditor sudah turun ke lokasi tempat dibangnnya 171 rumah pengungsi erupsi gunung Sinabung yang berada di Gang Garuda Kabanjahe. Kami sedang menunggu berapa jumlah kerugian negara dari pembangunan rumah tersebut,” ujarnya kepada Posmetromedan.com.

Pihaknya mengaku telah selesai meminta keterangan dari berbagai saksi yang perperan serta dalam pembangunan rumah pengungsi itu.

BACA JUGA..  Sidang di PN Medan, Kurir 10 Kg Sabu Tidak Jadi Dihukum Mati

“Semua Ketua Aron Pembangunan yang terdiri dari sebelas kelompok telah dilakukan klarifikasi. Juga dari pihak BPBD sudah diminta keterangan,” kata Kasi Intel itu.

Seperti diketahui dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, biaya pembangunan rumah pengungsi yang  yang jumlahnya mencapai puluhan miliar tersebut telah dicairkan seratus persen melalui rekening kelompok aron sesuai progres. (*)

BACA JUGA..  Jual Sabu, Monster Dijebloskan ke Penjara 

Reporter: Marko Sembiring
Editor: Maranatha Tobing