Azlinda Hutagalung : Surat Pembekuan HNSI Kabupaten Sibolga, Bukan Kota Sibolga

oleh
Ketua HNSI Sibolga Linda Hutagalung. (Aris Barasa/Posmetromedan)

Posmetromedan.com – Azlinda Hutagalung mengungkapkan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Sibolga, masih dibawah kepengurusanya sebagai ketua yang sah.

Ia membantah Kabar yang menyatakan kepengurusanya telah didibekukan. SK Pembekuan yang ia terima bukan Kota Sibolga, tapi Kabupaten Sibolga.

Sebelum muncul SK Pembekuan, ada wacana pelaksanaan silaturahmi nasional yang direncanakan di Surabaya, contoh surat pada kegiatan juga tidak sesuai, karena Kota Sibolga disebutkan Kabupaten Sibolga.

“Pada silaturahmi nasional tanda tangan saya itu di scan. Tidak ada panitia, ini hanya sekedar contoh surat sebenarnya. Wacananya akan dibuat silaturahmi nasional, dibuatlah panitia Ketua DPC Kabupaten Sibolga. Dikirim di grup, saya tanya kepada Ketua DPD HNSI Sumut Zulfahri, kenapa Kabupaten Sibolga, dijawab surat itu hanya sebagai contoh,”sebut AzlindaAzlinda Kamis (17/11/2023) sore.

BACA JUGA..  Mantu Tikami Mertua Saat Shalat Subuh

Wacana silaturahmi nasional di Surabaya itu lanjut Linda tidak perna terlaksana dan ia mengaku tidak perna menghadirnya.

“Tidak terlaksana, saya tidak pernah menghadiri, saya tidak pernah membuat dan tidak ada rapat kok bisa dibekukan SK melalui DPP, tapi yang disebutkan dalam SK itu adalah Kabupaten Sibolga, bukan Kota Sibolga, “ungkapnya.

BACA JUGA..  Polisi Masih Usut Kasus Kematian Bayi, Orang Tua Dititip ke Rumah Dinsos

Azlinda mengaku tidak terlalu menanggapi serius atas adanya surat pembekuan itu, karena alasan surat belum diterima dan yang dibekuan Kabupaten Sibolga.

“Saya anggap ini salah alamat, tidak salah dong, ini kan pikiran saya kalau pikiran mereka mana bisa saya tahu. Karena setahu saya tidak ada Kabupaten Sibolga, dan itu sudah saya bantah, saya sampaikan tidak ada Kabupaten Sibolga,” ungkap Azlinda.

BACA JUGA..  Balita Tewas Akibat Pendarahan Vagina

Sebagai Ketua organisasi nelayan ia mengaku selalu membangun hubungan baik dengan semua stakeholder terkait dalam mendukung upaya membesarkan organisasi dan semua yang tergabung khususnya nelayan di Kota Sibolga.

“Kalau mereka (Lanal Sibolga) menganggap ada malasah dengan saya, saya juga tidak tahu masalah apa itu. Alhamdulillah selama ini hubungannya baik-baik saja dan saya fikir Danlanal itu orang baik,” tuturnya. (*)

Reporter: Aris Barasa
Editor: Maranatha Tobing