Jupentus Sitanggang Dianiaya Penjaga Gudang Botot di Tanjung Morawa

oleh
Jupentus Sitanggang, warga Dusun XIII Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, korban penganiayaan penjaga gudang botot saat menjalani perawatan di rumah sakit. (Erwin Sitorus/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Jupentus Sitanggang, warga Dusun XIII Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang dianiaya penjaga gudang. Akibatnya korban harus dilarikan ke rumah sakit.

Keterangan diperoleh, pelakunya bernama Benyamin Samosir. Belum diketahui apa motif penyerangan yang dilakukan pekerja gudang botot (baca: barang bekas) itu.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Matahari Ujung, Dusun XIII, Desa Limau Manis, Senin (28/8) sekira pukul 00.45 WIB dini hari. Saat ini korban harus menjalani rawat inap di RS Rahmat Hidayat yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

BACA JUGA..  Diduga Dipicu Rivalitas Geng Motor, Tawuran Terjadi di Medan Helvetia

Kasus penganiayaan yang dialami Jupentus telah dilaporkan istrinya, Elfrida Lasmauli br Silitonga (39) ke Polsek Tanjung Morawa beberapa jam setelah kejadian.

Hingga Selasa (29/8) siang, Polisi masih mempelajari kasus penganiayaan tersebut sebagaimana pengakuan Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemit saat dikonfirmasi wartawan.

“Sabar ya. Masih kita pelajari,” ungkap mantan Kapolsek Lubuk Pakam itu.

BACA JUGA..  Mahasiswa Gagal Selundupkan Vape Pot Getar Lewat KNIA

Sebelumnya ia pun meminta dikirimi Laporan Pengaduan (LP) istri korban kepada wartawan via WhatsApp.

Berdasarkan STTLP/305/VIII/2023/SPKT/PPolsek Tanjung Morawa/Polresta Deli Serdang/Polda Sumut tertanggal 28 Agustus 2023 yang ditanda tangani Kepala SPKT Aiptu Heri S Atmojo disebutkan bahwa Elfrida mendapat kabar dari tetangganya jika suaminya berada di rumah sakit.

Tiba di Rumah Sakit, Elfrida melihat tubuh sang suami dipenuhi luka dan berdarah. Ia langsung buat laporan pengaduan ke Mapolsek Tanjung Morawa, Senin (28/8) sekira pukul 04.49 WIB.

BACA JUGA..  Motor Guru Matematika Raib Disorong Maling

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti penyebab atau motif dari penganiayaan tersebut. (*)

Reporter: Erwin Sitorus/Demson Tambunan
Editor: Maranatha Tobing