Remaja 16 Tahun Penjual Madu Diserang Perampok Bersajam di Sibolga

oleh
Korban perampokan sadis, remaja 16 tahun berinisial AS yang merupakan penjual madu, saat akan dibawa ke rumah sakit  Sibolga. (Sumber: foto warga setempat for Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Saat menjaga dagangannya di Jalan Rampa Km 17, Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, AS, seorang remaja 16 tahun, dirampok dan dilukai oleh 2 pria dengan senjata tajam,  Selasa (11/7/2023) sekira pukul 12.00 WIB.

Kepala Desa Rampa, Ricci Enerod Hutagalung mengatakan, sesuai informasi yang diterimanya bahwa AS saat sebelum kejadian sedang berada di sebuah pondok tempatnya berjualan madu dan beberapa jualan lainnya, di Jalan Rampa Km 17.

“Itu lokasinya sunyi, jadi dia sendiri di situ jaga jualannya. Tiba-tiba ada 2 orang laki-laki datang dengan menggendarai sepeda motor. Mereka pura-pura beli aqualah kayaknya. Lalu dilihatlah handphone korban terletak di lokasi pondok itu lalu langsung dirampas salah satu pria itu,” ujar Ricci saat ditemui di RSU FL. Tobing Sibolga. Ricci ikut membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis.

BACA JUGA..  Kadinkes Nias Ditahan Kasus Korupsi Pembangunan RS

Melihat handphone miliknya dirampas, AS spontan berupaya mendapatkan kembali hape miliknya itu. Akibatnya, pelaku langsung menyerang korban dengan senjata tajam hingga korban mengalami luka serius di bagian wajah dan tangan kirinya.

“Infonya diserang di bagian wajah dulu, baru di bagian tangannya. Baru larilah pelaku ke arah Rampa Poriaha membawa hape milik korban,” ucap Ricci.

BACA JUGA..  Makanan Basi, Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG Ke Jalanan

Setelah kedua perampok kabur, korban ditemukan warga dalam kondisi luka, dan langsung menginformasikan kejadian tersebut kepada keluarga korban dan aparat desa. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Aek Raisan, Kecamatan Sitahuis sebelum dilarikan ke RSU FL. Tobing Sibolga.

Kasi Humas Polres Tapteng, Kompol Horas Gurning saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu belum memberikan keterangan. (*)

Reporter: Aris Barasa
Editor: Maranatha Tobing