Warga Sipirok Dambakan Pola Tanam Sawah IP2

oleh
Reses Anggota DPRD Sumut, Syamsul Qamar di Desa Sialagundi, Sipirok, Tapsel. (Amran Pohan/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com- Warga Sipirok dari kalangan petani mendambakan lahan pertanian basah (sawah) disekitarnya, bisa dimanfaatkan dengan pola tanam minimal 2 kali setahun (IP2). Tentunya, harus didukung dengan sarana irigasi pengairan yang memadai.

“Masyarakat disini umumnya petani, yang sebagian besar lahan persawahannya hanya bisa ditanam sekali setahun, akibat keterbatasan sumber air dan irigasi. Mohonlah pembangunan sarana irigasi untuk ketersediaan air sawah, menjadi perhatian,” ungkap Boru Sitompul, warga Sialagundi, memberi usulan pada saat reses Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) H Syamsul Qamar, Minggu (18/6/2023) lalu di Desa Sialagundi.

Menurutnya, hasil pertanian lahan basah merupakan andalan utama, sekitar 90 persen warga disekitarnya. Sehingga, dengan dicukupinya ketersediaan air sawah, diyakini berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian kedepan. Sehingga, petani diwilayah itu semakian maju dan sejahtera kedepannya.

Sebelumnya, hal senada juga diutarakan Ripai Pohan, ditempat berbeda yakni kelurahan Parausorat saat reses dihari yang sama. Menurutnya, hasil bumi berupa padi dari sektor pertanian dari lahan basah (sawah) menjadi tulang punggung mata pencaharian, penopang perekonomian warga sekitar. Akan tetapi, pola tanam IP2 belum bisa diterapkan secara maksimal, akibat keterbatasan sarana pendukungnya utamanya irigasi yang dibutuhkan untuk itu.

BACA JUGA..  Angka Stunting, Kemiskinan & Pengangguran di Langkat Perlu Ditekan

“Di Saba Rimba (Kelurahan Parausorat), ada irigasi yang butuh sentuhan. Saat ini musim tanam sudah gagal akibat air tak bisa dialirkan. Kami berharap, kondisi ini juga perlu menjadi perhatian,” ungkap warga Kelurahan Parausorat, memberi masukan, di acara reses itu.

Menanggapi berbagai keluhan, harapan atau aspirasi  masyarakat di dua tempat itu, Syamsul Qamar yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut menyebut, semua aspirasi akan dipilah dan dikelompokkan mana yang menjadi kewenangan Pemkab Tapsel dan yang menjadi kewenangan Pempropsu untuk diperjuangkan.

“Ada usulan tentang irigasi, olahraga, rumah ibadah dan lainnya. Semua sudah dicatat dan tentu menjadi masukan berharga, untuk kita perjuangkan dan menjadi prioritas nantinya,” terangnya.

Pada kesempatan itu, SQ juga bercerita, bahwa tahun 2022 lalu, bersama wakil rakyat lainnya dari Dapil Sumut VII, telah berjuang mendaratkan 16 Miliar lebih Bantuan Keuangan Provinsi (BKP), di Tapsel.

BACA JUGA..  Pj Bupati Langkat Sidak ke Desa Tanjung Jati, Ini Pesannya

“Salah satunya jalan hotmix menuju Panggulangan yang sudah dikerjakan dan program itu disinergi dengan program Pemkab Tapsel. Rencananya tembus ke Desa Sara Godung, tetapi karena urung dikerjakan sehingga SiLPA APBD Tapsel dan tertunda hingga kini,” ungkapnya.

Pada reses ini, selain didampingi beberapa Staf dari DPRD Sumut, juga ditemani Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut, H Syahrul M Pasaribu.

“Selain sahabat saya, Pak Syahrul juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tapsel, rasanya sangat tepat selalu saya sertakan beliau menemani saat reses. Karena merupakan Bupati Tapsel dua periode yang cukup berhasil dengan gaya kepemimpinannya yang sangat merakyat, dikenal dan mengenal rakyat, serta menguasai seluk beluk Tapsel yang pernah dipimpinnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Syahrul Pasaribu menyebut, apa yang menjadi aspirasi masyarakat harus didengar dengan cermat, dicatat dan diperjuangkan. Karena itu aspirasi murni, yang sangat dibutuhkan.

BACA JUGA..  Kotak Suara Kecamatan Sei Tualang Raso Dikawal sampai Gudang KPU Tanjungbalai

“Diperjuangkanlah pak SQ sesuai alurnya, itu aspirasi murni dari konstituen bapak,” sebutnya.

Disampaikan, masyararakat juga harus menjaga kekompakan dan kebersamaan. Apalagi tahun depan menjadi tahun politik dan saat ini prosesnya sedang berjalan serta suasananya sudah mulai menghangat dan diawal tahun depan yaitu 14 Februari 2024 ada pemilihan Presiden dan Wakil Rakyat disemua tingkatan.

“7 atau 8 bulan selanjutnya akan ada pemilihan Kepala Daerah serentak se Indonesia. Mari kita sukseskan Pemilu serentak, kita jaga dan pelihara terus silaturrahmi serta jangan mau dipecah belah oleh siapapun, jangan karena Pemilu tersebut suasana “Berdalihan Natolu” yang sudah lama  berlangsung baik sampai terganggu,” pungkas Syahrul yang juga pendiri dan Ketua Dewan Pakar BKMT Tapsel itu.

Turut hadir di acara reses itu, para Ulama, tokoh Pemuda,  tokoh adat seperti Mangaraja Tenggar dan tokoh masyarakat lainnya. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Maranatha Tobing