Rumah Sakit Metta Medika Sibolga Diduga Buang Limbah B3 ke TPA Parambunan

oleh
Inilah Limbah B3 Alkes diduga milik RS Metta Medika Sibolga seperti; sisa obat, ampul berisi sisa cairan obat, sarung tangan medis, suntik dan lainya. Sampah-sampah berbahaya ini dibuang di TPA Parambunan. (Aris Barasa/Posmetromedancom)

POSMETROMEDAN.com – Rumah sakit Metta Medika Sibolga, diduga buang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) alat kesehatan (Alkes) ke tempat pembuangan ahir (TPA) Parambunan.

Ketidaktahuan petugas kebersihan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sibolga, akan bahaya limbah medis, diduga menjadi celah RS Metta Medika membuang sampah ke TPA Parambunan melalui wadah kantong plastik berwarna hitam yang setiap harinya diangkut petugas kebersihan.

Dugaan ini bermula dari Informasi warga sekitaran rumah sakit mengeluhkan, bau menyengat obat medis. Dan pemulung di TPA Parambunan, menemukan sisa obat, alat medis saat mengais sampah.

Informasi ini mendasari wartawan mencoba menelusuri proses pembuangan sampah oleh pihak rumah sakit hingga sampai ke TPA Parambunan.

Pada Jumat (7/4/2023) sekira pukul 06.30 WIB, tampak sampah dengan wadah kantongan plastik berwarna hitam menumpuk hingga keluar tempat sampah rumah sakit. Dengan mengeluarkan aroma khas sampah medis.

Pada pukul 07:43 WIB petugas kebersihan Dinas PKPLH Kota Sibolga, mengangkut sampah yang dibungkus dalam kantongan plastik berwarna hitam dari tempat penampungan sampah RS Metta Medika kedalam truk pengakut sampah. Usai mengakut tumpukan plastik berwarna hitam, petugas kebersihan meninggalkan tempat sampah rumah sakit melanjutkan mengangkut sampah ke lokasi lainya.

BACA JUGA..  Tepis Isu di Masyarakat, Dana Donasi Korban Bencana Simangulampe Terkumpul Rp.1,3 Miliar Lebih

Tepat sekira pukul 10.00 WIB truk sampah sampai ke lokasi TPA Parambunan dan langsung membuang sampah dari truk pengakut.

Saat sampah diturunkan dari mobil pengakut, ditemukan sampah medis berupa sisa obat, ampul berisi sisa cairan obat, sarung tangan medis, suntik dan lainya. Limbah tersebut masuk dalam golongan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) diduga milik RS Metta Medika Sibolga.

Hingga Sinin (10/April/2023), terpantau limbah alkes masi ditemukan di TPA Parambunan. Kuat dugaan pembuangan limbah B3 alkes RS Metta Medika secara sengaja dibuang ke TPA Parambunan.

Salah seorang pemulung di TPA Parambunan yang tak ingin namanya disebutkan kepada wartawan mengakui sering menemukan alat medis saat mengais tumpukak sampah yang baru diturunkan dari mobil pengakut.

“Sering kita temukan (Alkes), kalau dicari masi banyak itu dibawah (Lokasi TPA dipinggir jurang). Tidak tahu pasti itu limbahnya dari rumah sakit mana,” ujar wanita paruh baya itu kepada wartawan, yang keseharianya mengais rejeki dari tumpukan sampah.

Supir truk pengakut sampah kepada wartawan di TPA Parambunan, mengakui mengakut sampah dari RS Metta Medika. Ia tidak mengetahui pasti sampah dalam kantong plastik berwarna hitam yang diangkut diduga berisi limbah B3, “ia tadi saya angkut sampah dari RS Metta Medika,” ujarnya menjawab wartawan.

BACA JUGA..  Jalinan KAD Pemkab Langkat, Karo & Dairi Kendalikan Inflasi

Jika benar dugaan RS Metta Medika membuang limbah B3, dapat dijerat karena melanggar Undang – undang nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam UU ini, tercantum jelas dalam Bab 10 bagian 3 pasal 69 mengenai larangan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukkan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukkan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Larangan-larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas tercantum pada Bab XV tentang ketentuan pidana pasal 97-123. Salah satunya adalah dalam pasal 103 yang berbunyi, setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Petugas kebersihan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sibolga, saat mengangkut sampah dari RS Metta Medika. Pantauan wartawan, sampah-sampah itu diambil dari sisi gedung rumah sakit tersebut sudah dimasukkan ke dalam kantongan plastik berwarna hitam. (Aris Barasa/Posmetromedancom)

Rumah Sakit Metta Medika Bantah

Pihak RS Metta Medika Sibolga, saat dikonfirmasi membantah jika limbah B3, Alkes di TPA Parambunan itu milik RS swasta tersebut. Walaupun, supir truk pengangkut sampah mengakui hanya mengangkut sampah dari RS Metta Medika. Diketahui di Sibolga, ada dua rumah sakit, FL Tobing dan Metta Medika.

BACA JUGA..  Baru Selesai Dibangun, Tembok Penahan Tanah Roboh di Desa Lama Baru Langkat

“Soal penemuan limbah B3 di TPA Parambunan itu kami bantah dari rumah sakit Metta Medika, itu tidak benar, membuang limbah B3 ke limbah umum. Kami tetap patuh pada aturan. Bahwa limbah berbahaya itu tetap kami buat ketempat pembuangan sementara dan diangkut oleh PT ARA, pihak ketiga dan dilakukan secara rutin dua kali dalam satu bulan,”sebut Kepala Bidang Administrasi dan Umum Metta Medika Anita Terisia Tampubolon kepada wartawan Senin (10/4/2023).

Soal adanya bungkusan obat bertuliskan apotik Metta Medika, di TPA Parambunan, ia berdalih jika obat tersebut bukan milik rumah sakit.

“Mungkin bukan Metta yang membuang kesan (TPA Parambunan) mungkin ada, kita ga tahu seperti apa,”katanya.

Ia juga mengatakan, dugaan limbah B3 mencul saat petugas membongkar plastik berwarna hitam itu bukan milik RS Metta Medika.

“Itu kami bantah, bukan (limbah B3) masuk ke limbah umum. Bukan obat-obatan ataupun spuil, ataupun apa temuan pada saat di TPA Parambunan, kami bantah itu bukan punya kami,” sangkalnya. (*)

Reporter: Aris Barasa
Editor: Maranatha Tobing