POSMETRO MEDAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmen penuh mendukung pengembalian (repatriasi) naskah kuno (Pustaha) dan benda pusaka warisan leluhur Batak dari Belanda ke Tano Batak.
Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si., mewakili Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat membuka Festival Masyarakat Batak di Gedung Sopo Partukkoan, Tarutung, Sabtu (26/9/2026).
Dalam arahan tertulis Bupati yang dibacakan Sekda, ditegaskan bahwa proses repatriasi ini merupakan momentum bersejarah untuk memulihkan keadilan sejarah sekaligus menegakkan martabat budaya Batak.
“Satu kata kuncinya adalah kolaborasi. Pemulangan warisan leluhur ini membutuhkan sinergi kuat antara Pemerintah Daerah, Provinsi, Pusat, hingga masyarakat. Benda bersejarah ini nantinya menjadi sarana edukasi kearifan lokal agar generasi muda bangga akan identitasnya, sejalan dengan visi ‘Berbudaya’ Tapanuli Utara,” ujar Sekda Henry M. M. Sitompul.
Pemkab Tapanuli Utara juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Daerah AMAN Tapanuli Utara selaku penyelenggara, serta mengucapkan terima kasih kepada Charlotte Roijackers yang hadir langsung dari Belanda untuk mengawal proses repatriasi ini,dm
EDITOR : Putra











