POSMETROMEDAN.com – Terungkap hal baru dalam dugaan korupsi paket proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Padang Matinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara. Sebab, pada proyek senilai Rp.30 juta dengan panjang 30 meter yang bersumber dari dana desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2022 itu, pelaksanaan nya baru dikerjakan pada Februari 2023.
Padahal, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Padang Matinggi, Riswanto ketika ditemui, Senin (13/02/2023) mengatakan, anggaran proyek itu sudah diserahkan langsung kepada Kepala Desa Matinggi, Bahrum Hasibuan pada bulan Desember 2022 yang lalu.
“Anggaran masuk ke kas desa bulan Desember 2022 kemarin bang. Sudah diserahkan sama kades uangnya,” kata Riswanto.
Lebih lanjut, Riswanto menjelaskan, pada tahun 2022, ada dua paket proyek pembangunan di Desa Padang Matinggi. Selain saluran irigasi, ada juga proyek rehab rabat beton yang telah selesai dikerjakan pada Desember 2022 yang lalu.
“Ada juga rabat beton bang, tapi itu sudah selesai bulan Desember kemarin dikerjakan” jelasnya.
Namun, ketika ditanya soal proyek pembangunan saluran irigasi yang baru dikerjakan pada Februari 2023, Riswanto berdalih bahwa faktor cuaca menjadi kendala, sehingga pelaksanaan pembangunan saluran irigasi tahun itu tertunda.
“Karena cuaca bang, hujan terus, jadi gak bisa dikerjakan, kalau rabat beton itu kan cuma rehab, jadi sebentar nya itu,” katanya.
Kemudian, ketika ditanya apakah laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa (DD) tahun 2022 telah diserahkan kepada kecamatan. Riswanto menjelaskan seluruh pertanggungjawaban telah disampaikan kepada kecamatan.
“Laporan sudah kita sampaikan semua kepada kecamatan,” kata Riswanto.
Namun, saat ditanya apakah anggaran pada proyek tersebut telah terealisasi, Riswanto mengakui bahwa dalam laporan pertanggungjawaban terkait proyek tersebut tertulis tidak dilaksanakan.
“Laporan yang disampaikan di kecamatan tertulis tidak dilaksanakan,” kata Riswanto.
Diduga, setelah disoroti media, pembangunan saluran irigasi di Desa Padang Matinggi langsung dikerjakan pada Februari 2023 ini. Padahal, anggaran pada proyek itu telah dikantongi Kepala Desa Bahrum Hasibuan sejak Desember 2022.
Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan saluran irigasi tahun 2021 dengan menggunakan dana desa (DD) di Desa Padang Matinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Padang Lawas Utara, terindikasi korupsi.
Sementara pada proyek saluran irigasi tahun 2022 di desa terluar Kabupaten Paluta yang berbatasan dengan Kabupaten Labuhanbatu itu juga diduga fiktif.
Kepala Desa Padang Matinggi, Bahrum Hasibuan kepada wartawan di kantornya, Kamis (09/02/2023) mengatakan, pada tahun 2022 untuk pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana desa, digunakan untuk membangun saluran irigasi sepanjang 30 meter di Saba Julu dengan biaya sebesar Rp.30 juta.
“Kalau infrastruktur tahun 2022 kami buat saluran irigasi tiga puluh meter dan anggarannya tiga puluh juta. Kalau mau di cek silahkan,” kata Bahrum kepada wartawan.
Ketika dilakukan peninjauan ke lokasi proyek dimaksud di Saba Julu, disana tidak ditemukan pembangunan saluran irigasi tahun 2022. Bahkan warga yang ditemui di sana juga mengakui sama sekali tidak ada pekerjaan pembangunan saluran irigasi di Sabu Julu pada tahun anggaran 2022.
“Kalau tahun 2022, setahuku tidak ada membangun saluran irigasi di Saba Julu ini,” terang seorang warga.
Warga yang minta namanya tidak ingin disebutkan itu menambahkan, memang pernah ada pembangunan saluran irigasi di Saba Julu, namun itu dikerjakan pada tahun 2021.
“Memang ada irigasi di Saba Juli ini. Tapi setahuku itu dikerjakan tahun 2021, bukan tahun 2022,” ujarnya.
Wartawan pun meninjau proyek pembangunan saluran irigasi itu. Disana, terdapat prasasti pembangunan saluran irigasi. Pada prasasti itu, tertulis proyek saluran irigasi dengan volume sepanjang 150 meter dengan anggaran Rp.61.189.700, dimana dananya bersumber dari dana desa (DD) tahun 2021.
Parahnya, ketika ditelusuri sepanjang saluran irigasi itu, timbul keanehan. Karena ternyata, hanya dinding irigasi sebelah kanan saja yang dibangun sepanjang 150 meter dan tinggi 30 cm.
Sedangkan pada sebelah kiri, dinding yang dibangun hanya sepanjang 10 meter. Padahal di prasasti proyek itu jelas tertulis volume proyek irigasi itu sepanjang 150 meter.
Terkait proyek saluran irigasi tahun 2021 yang dindingnya hanya dibangun sebelah kanan saja sepanjang 150 meter dan dinding kiri hanya 10 meter, Kepala Desa Padang Matinggi, Bahrum Hasibuan, via pesan whatsapp, mengatakan, bahwa pembangunan saluran irigasi dengan model seperti itu telah sesuai dengan perencanaannya.
“Memang begitu perencanaannya,” tulisnya melalui pesan whatsapp.
Saat ditanya, siapa yang menyusun perencana dan rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan saluran irigasi tahun 2021 itu, Bahrum Hasibuan tidak lagi menjawab.
Sementara itu, saat ditanya tentang pembangunan saluran irigasi tahun 2022 sepanjang 30 meter dengan dana Rp 30 juta yang disebut warga tidak ada di kerjakan, Bahrum Hasibuan, juga tidak memberikan jawaban. (*)
Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing












