POSMETROMEDAN.com – Puluhan netizen yang merupakan masyarakat Labuhanbatu dari pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Bina Rantauprapat meradang. Mereka merasa geram atas tagihan pembayaran tarif dasar air yang terus membengkak setiap bulannya.
Hal itu terungkap melalui komentar di postingan media sosial facebook, usai POSMETROMEDAN.COM dan sejumlah media lainnya memberitakan soal besarnya tagihan pembayaran rekening air. Bahkan, tidak sedikit netizen menuliskan kritik keras terhadap kinerja Direktur PUDAM Tirta Bina Rantauprapat, Paruhum Naili Siregar, SE.
“Kirain tagihan di rmh aja yg naik, rupanya semua pelanggan PDAM jg mengalami hal yg sama. Gak jelas ni mmg dirut yg baru, gak ada pemberitahuan tiba² uda meroket aja pas pembayaran,” tulis akun facebook Jualan Labuhanbatu.
Hal yang sama juga disampaikan akun facebook Suldiah Sari. Dirinya mengungkapkan bahwa tagihan pembayaran air dirumahnya terus melonjak, padahal dia mengakui telah sangat hemat dalam menggunakan air.
“Betul saya jadi seperti itu tiap bulan bayar nya mahal kali, padahal udah hemat kali yg makai air,” tulisnya.
Parahnya lagi, seorang netizen menuliskan komentar pedas atas tarif pembayaran air dirumahnya yang meroket tajam menjadi 200 persen. Padahal, sudah 6 bulan rumahnya tidak berpenghuni.
“Punyaku naik 200 persen tiap bulan selama setengah tahun ini, pdhl rmh tgk ditempati lg, harusnya ya tdk ada pemakaian dong…. Bisa sama bayarnya dgn rmh kos yg begitu byk orgnya. Heran ya?,” tulis akun facebook Ria Erniaty.
Ada juga netizen yang merasa geram terhadap petugas pencatat meter yang tidak pernah datang mencatat stand awal maupun stand akhir meteran di rumahnya. Sehingga, ditemukan tidak sesuainya jumlah tagihan di meteran dengan kuitansi pembayaran.
“Sukak2 org tu la buat tagihannya, tak sesuai dengan yg ada di meteran, yg catat meteran gk ada tiap bulan dtg kerumah untuk mencatat,” tulis akun facebook Zaini Hamdani.
Lain lagi akun facebook Sarina Simbolon, dirinya memberikan komentar atas membludaknya tagihan air yang naik tajam beberapa bulan terakhir.
“Air kami juga membludak. Biasa tiap bulan cm byar 95rb, ini naik jadi 265rb gilak gatuh,” tulisnya di kolom komentar.
Bukan hanya memberi kritikan, beberapa netizen juga meminta aparat penegak hukum (APH) memeriksa kas dan keuangan yang dikelola oleh PUDAM.
“Gk heran….!! Yg gini neh harus di periksa kas dan keuangan nya… Sama KPK atau Tipikor… Telusuri trus,” tulis akun facebook Azhar Ntd.
Dibalik semua kritikan tersebut, tidak sedikit netizen yang memberikan komentar lucu terkait kualitas air yang diterima pelanggan.
“Klau pagi airnya tinggal kasih gula ud jadi teh susu dingin,” tulis akun facebook Mhd Azkah sembari memberi caption tersenyum.
Sayangnya, Direktur PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu, Paruhum Naili Siregar,SE ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/12/2022) terkait keluhan masyarakat atas besarnya tagihan pembayaran air, hingga kini belum memberikan keterangan pasti.
Padahal, Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu dr.H.Erik Adtrada Ritonga,MKM dan Hj.Ellya Rosa Siregar,S.Pd.MM terus melakukan terobosan dan menggenjot setiap instansi melakukan pembenahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Labuhanbatu, sesuai visi misinya menuju masyarakat yang berkarakter, maju dan sejahtera tahun 2024. (*)
Reporter: Afriandi
Editor: Maranatha Tobing












