Terbakar Cemburu, Karyawan HKI Tewas Diujung Belati

oleh
Karyawan HKI, Iken Purpendi (42) tewas dengan luka tusukan dipunggung sebelah kirinya, berada di RSU Putri Bidadari. (Ist)

POSMETROMEDAN.comNaas nasib seorang Karyawan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Iken Purpendi (42). Ia tewas bersimbah darah, setelah ditikam pisau belati saat apel dirumah kekasihnya, Eka Maulina (33) yang bersatus janda, Senin (28/11/2022) sekira pukul 09.53 WIB.

Eka bertempat tinggal di Jalan Ahmad Yani Lingkungan VII Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Peristiwa itu sontak menghebohkan warga sekitar. Rekaman CCTV detik-detik terbunuhnya Iken juga menyebar ke media sosial.

EPAPER

Diketahui, Iken Puprendi tewas ditikam oleh Indra Mahendra Harahap alias Iin (37) yang tak lain mantan suami dari Eka Maulina yang telah berstatus janda.

Kapolres Langkat, AKBP Danu Pamungkas Totok SH SIK melalui Kasi Humas Polres Langkat, AKP Joko Sempono saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya korban Iken Supendi tewas usai bahu (punggung belakang) sebelah kirinya ditikam (ditusuk) pelaku dengan pisau belati.

BACA JUGA..  Proyek Penimbunan Parit Senilai 167 Juta di Desa Teluk Panji IV Tahun 2022 Terbengkalai
Karyawan HKI Iken Purpendi (42) korban pembunuhan, semasa hidup. (Ist)

Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi dan keterangan saksi, kasus pembunuhan ini bermula saat Iken Purpendi datang ke rumah Eka Maulina sekira pukul 08.30 WIB. Saat itu, Iken Purpendi duduk di dalam rumah sang janda sembari bercengkarama.

Beberapa jam kemudian atau sekira pukul 09.40 WIB, pelaku bernama Iin datang, alasan Iin hendak mengambil anaknya dari sang mantan istri. Saat itu, korban sudah berpindah, duduk diteras depan rumah Eka.

Kala itu, cekcok pun terjadi. Iin terlibat cekcok dengan mantan istrinya. Karena korban Iken ada dilokasi, korban pun ikut terlibat cekcok.

“Menurut Eka, korban dibunuh dengan cara ditusuk,” kata Joko. Aksi pembunuhan ini pun sempat terekam kamera CCTV dan viral

Usai ditikam, korban pun masih sempat melindungi dirinya. Korban memegang kayu balok yang didapatkannya disekitar lokasi, untuk berjaga agar tidak diserang kembali oleh pelaku. Namun tak beberapa lama, korban Iken roboh, jatuh ke tanah.

BACA JUGA..  Gelapkan Sepedamotor ASN, Anak Medan Ditangkap Polsek Siantar Martoba

Korban jatuh di depan rumah kekasihnya dan tak sadarkan diri. Diduga karena terlalu banyak darah terbuang, keluar dari dalam tubuhnya. Belakangan Iken meninggal dunia meski sempat dilarikan kerumah sakit umum (RSU) Putri Bidadari.

Lokasi peristiwa pembunuhan terpasang garis polisi di Jalan Ahmad Yani Lingkungan VII Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat, Langkat. (Ist)

“Jasadnya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Kota Medan guna autopsi,” ujar Joko.

Pelaku usai menikam korban, lansung bergegas melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor suzuki Satria FU, yang dibawanya. Meski sebelumnya ada warga yang mencoba menghalangi, pelaku tetap berhasil kabur, dengan membawah pisau belati yang digenggam ditangan kirinya.

Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Luis Beltrand mengatakan jika pihaknya masih memburu pelaku bernama Iin. “Pelaku masih proses pengejaran,” ucap Luis.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebuah gagang pisau terbuat dari kayu, satu kaus warna biru dan kemeja lengan panjang berlogo PT HKI warna biru tua, dan bukti lainnya.

BACA JUGA..  Sarang Narkoba "Long Beach" Kelambir 5 Digerebek, Sepadang Tersangka Ditangkap

Warga yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Lingkungan VII Kelurahan Kwala Bingai Kecamatan Stabat mengatakan bahwa Eka dan korban Iken tengah menjalin hubungan asmara.

Keduanya tengah melakukan pendekatan, dan berencana menikah. Kuat dugaan, pelaku Iin cemburu, sehingga membunuh korban.

Screenshot video CCTV usai korban ditikam lalu roboh ke tanah. Pelaku mengendarai sepeda motor Satria FU, hendak kabur. (Ist)

Dari keterangan Salimuddin, orang tua Eka Maulina, korban calon suami anaknya. “Mungkin karena cemburu dia (Iin). Datang ke sini langsung menikam. Setelah itu, dia langsung melarikan diri,” ungkapnya.

Usai pembunuhan itu, Personil Polsek Stabat yang dipimpin Kapolsek Stabat, AKP Ferry Ariandy SH MH bersama Kanit Reskim, Ipda Sejahtera Imanuel Ginting SH. Dibantu Unit Pidum Polres Langkat, yang dipimpin Ipda Herman Sinaga datang ke lokasi.

Disana petugas mengumpulkan barang bukti, identifikasi korban, mencari keterangan saksi, dan memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi.(*)

  • Reporter: MA Santoso
  • Editor: Mangampu Sormin