Siswa SD Tewas Dianiaya Teman Sekelas, Ibu Korban Diancam Kepsek

oleh
Santi. ibu korban menangis saat mengadukan nasib yang menimpa anaknya di kantor polisi.(ISTIMEWA/POSMETROMEDAN.com)

POSMETROMEDAN.com – Kejadian tragis dialami bocah bernama Muhammad Ikhsan Haminti, siswa SD Negeri 023971 Kota Binjai. Anak pasangan Santi Citra Dewi (37) dan Adi Syahputra (40) ini diduga meregang nyawa akibat dianiaya beberapa teman sekelasnya.

Indikasi penganiayaan itu diketahui keluarga saat jenazah dimandikan, serta adanya pemberitahuan dari teman sekolah korban setelah pemakaman.

Ditemui wartawan di Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota pada Kamis (9/6/2022) kemarin, Santi mengaku sempat curiga melihat luka yang ada di tubuh Ikhsan.

Saat jenazah Ikhsan dimandikan, ada luka memar di punggung dan dada. Kemudian, telinganya juga membiru. Kondisi anaknya berubah drastis pada Selasa (24/5/2022) lalu.

Awalnya Ikshan pulang dengan keadaan lemas dan muntah-muntah. Keluarga yang heran melihat anaknya pulang sekolah dengan keadaan sakit, langsung memberikan obat, tanpa tahu bahwa telah dianiaya.

Setelah beberapa hari di rumah, keadaan Ikshan bukan makin membaik, malah semakin darurat. Ikshan juga sempat tidak bisa membuka mulutnya untuk makan.

Sebelum meninggal dunia, Ikhsan yang kala itu dalam kondisi lemas sempat lama menatap Alquran yang tergantung di dinding rumah.

“Kami peluk sambil bertanya, kenapa Ikshan, kenapa enggak mau bicara, sakit apa,” kata Santi mengulang percakapannya dengan putranya.

Saat ditanya, Ikhsan tak menjawab apa-apa. Bahkan, untuk sekadar menggelengkan kepala pun, Ikhsan sudah tidak bisa.

Tak lama berselang, Ikhsan kemudian meninggal dunia di pangkuan Santi.

BACA JUGA..  Abang Bunuh Adik Ipar di Deli Serdang, Ini Kronologisnya

Sesudah dikebumikan, teman sekelas Ikshan memberitahukan kejadian tersebut kepada Santi. Saat berjualan, Santi terkejut mendengar cerita temannya, yang bilang Ikshan sempat dipukuli dan mengalami muntah-muntah di sekolah.

Berikutnya keluarga langsung mendatangi sekolah, untuk mempertanyakan mula cerita. Akan tetapi, pihak sekolah mengaku tidak tahu adanya penganiayaan terhadap Ikhsan.

“Saya bersama dengan suami ke sekolah setelah Ikhsan dikebumikan. Saya taunya (anak dianiaya) juga dari kawannya yang awalnya takut bilang bahwa Ikshan sempat dipukuli oleh enam teman sekelasnya sampai muntah-muntah,” ungkapnya.

Setelah bertemu dengan para orang tua murid yang diduga menganiaya anaknya, Kepala Sekolah bilang akan mencari kebenaran terkait dengan peristiwa tersebut.

Akan tetapi, setelah itu Kepala Sekolah kata Santi malah balik mengancamnya. Santi menuturkan pihak sekolah seakan mendiamkan kasus ini agar selesai begitu saja.

“Setelah itu kepala sekolah dan orang tua murid yang diduga memukuli anaknya bilang bahwa tidak mungkin anaknya memukuli Ikshan. Sontak kepala sekolah bilang, kalau gak senang lapor aja ke Polisi. Kalau tidak benar ini, Kepala Sekolah akan melaporkan saya ke Polisi juga,” ungkapnya.

Merasa tidak puas dengan sikap ini, Santi dan suaminya Adi Syahputra (40), melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kota Binjai. Saat ini, Polisi tengah melakukan pendalaman setelah laporan diselesaikan oleh Santi dan suami.

Sementara itu, Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting menegaskan dirinya mengatensi masalah ini. Dia sudah meminta penyidik untuk mendalami kematian ikhsan.

BACA JUGA..  2 Motor Terbakar Tabrakan, Empat Orang Tewas

“Kami akan lalukan pendalaman terlebih dahulu terkait dengan kasus ini,” kata Ferio sembari menyebut telah bertemu dengan kedua orangtua korban.

Terpisah, Afrida Hutagalung SPd, Kepala Sekolah SD Negeri 023971, Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, angkat bicara terkait kabar meninggalnya Ikshan akibat dianiaya dan dikeroyok temannya.

Afrida mengaku awalnya tidak pernah mendengar kabar ada murid yang bertengkar hingga berujung pengeroyokan dan penganiayaan.

“Bahkan guru-guru juga tidak ada melaporkan kepadanya terkait masalah penganiayaan dan pengeroyokan ini,” jelasnya saat ditemui di sekolah, Kamis (9/6/2022).

Masalah ini baru ia ketahui saat ibu korban, Santi datang ke sekolah sembari menangis sembari mengatakan kalau anaknya dipukuli oleh sejumlah murid di sekolah.

“Jadi saat itu saya tanya ke guru mereka terkait laporan ibu Santi, namun gurunya mengatakan tidak ada keributan anak-anak di sekolah,” terangnya.

Untuk memastikan kebenaran tersebut, masih kata Afrida, kemudian murid-murid tersebut dipanggil didampingi orangtuanya.

“Saya merasa kalau sendiri masalah ini tidak bisa selesai, makanya saya panggil orang tuanya. Dan saat itu, anak-anak itu menunjuk kalau si anu pernah mukul, si anu pernah mukul. Ada enam orang murid itu. Kan anak-anak ini masih polos, jadi mereka saling tunjuk,” pungkasnya.

Dari keterangan, murid-murid tersebut hanya memukul di bagian pundak belakang korban. Saat itu ibu korban tidak terima karena merasa anaknya meninggal akibat pemukulan itu.

BACA JUGA..  Empat Pengedar Dicokok, Sabu 5,42 Gram & 7 Butir Ekstasi Diamankan

“Saya bilang sama ibu korban, kalau masalah kematian itu saya tidak tau, karena belum ada pemeriksaan yang pasti. Bahkan saya katakan kalau anak-anak itu baik juga sama korban, hanya saja namanya anak-anak, pasti ada pertengkaran,” jelasnya.

Bahkan, masih kata Afrida, sejumlah guru mengetahui kondisi korban dalam keadaan sakit dan sering tertidur saat mengikuti mata pelajaran.

“Kalau mata pelajaran olahraga, korban tidak pernah dipaksakan harus ikut, karena gurunya tau kondisi kesehatan korban yang sedang sakit,” tutupnya.

Menyikapi hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Pembina SD, Dinas Pendidikan, Kota Binjai Irwansyah mengaku sudah mengetahui kejadian ini. Akan tetapi, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail, siapa yang benar atau salah, terkait kematian Ikshan.

“Kita sudah tau. Tapi belum bisa kita bilang apakah ada penganiayaan atau tidak atas kejadian ini,” ucapnya di Kantor Dinas Pendidikan sembari menyebut kalau Kepala Sekolah bersangkutan telah dipanggil untuk menerangkan kejadian ini kepada Dinas Pendidikan.

“Kepala sekolah juga sudah datang. Dan kita juga sudah ketemu dengan keluarga terkait dengan kasus ini,” jelasnya.

Irwansyah mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Binjai.

“Kita tunggu dulu dari pihak kepolisian untuk mencari kebenaran terkait dengan kasus ini,” ungkapnya.(*)

 

REPORTER: Mawardi

EDITOR: Hiras