POSMETROMEDAN.com – Kejadian menyayat hati tersebar melalui sebuah video langsung (live) Ansor Silitonga berdurasi 2 menit 33 detik. Disebutkan, seorang ibu dan anak harus meregang nyawa akibat tidak adanya layanan di Puskesmas.
Dalam video tersebut, Ansor Silitonga menyebut jika ibu dimaksud merupakan adik perempuannya. Dan Puskesmas itu merupakan Puskesmas Siunggam Kabupaten Paluta.
Dalam video menunjukkan Puskesmas tersebut dalam keadaan kosong tanpa petugas pada pukul 15.00 WIB, Selasa (10/5/2022).
Ansor tampak emosi sebab dirinya datang bersama anaknya yang masih balita digendong dan seorang ibu yang merupakan adik perempuannya dalam keadaan meninggal.
“Inilah dia Puskesmas macam apa ini yang ngak ada lagi pegawainya, sunyi semua,” kata Ansor dengan nada kesal di video siaran langsung Ansor Silitonga.
Ansor Silitonga bahkan menunjukkan putrinya yang masih balita dalam keadaan digendong meninggal di dalam mobil ambulan menunggu pertolongan di depan Puskesmas Siunggam.
“Puskesmas macam apa ini, tengok ini borukku ini meninggal,” kata Ansor Silitonga.
Sementara itu, postingan siaran langsung tersebut dibagikan 504 kali dan 191 komentar.
Terkait hal ini, Kadis Kesehatan Paluta, dr. Sri Prihartini Harahap menyebutkan faktanya tidak demikian. Sri Prihartini menyebut kronologi yang terungkap dalam video tersebut berbeda dengan informasi yang ia terima.
“Dari keterangan yang kami peroleh, pasien sudah datang pada pukul 11.00 WIB. Jadi berbeda jauh dengan kronologi sebenarnya,” jelas dr Sri Prihartini, Selasa malam.
Karena itu, ia akan bertemu Bupati Paluta pada Rabu (11/5/2022) untuk menjelaskan persoalan tersebut.
“Besok akan saya sampaikan kepada pimpinan (Andar Amin Harahap) dan setelah itu akan kita sampaikan keterangan resmi terkait kejadian itu,” tegasnya.(*)
REPORTER: Amran












