POSMETROMEDAN.com-Kekerasan terhadap santri pondok pesantren kembali terjadi. Nyawa seorang santri berinisial AS (13) melayang diduga akibat dianiaya seniornya.
Peristiwa terjadi di Pondok Pesantren Baiturrahman, Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Senin (23/5) lalu.
Korban merupakan santri asal Desa Padang Bujur Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Santri malang tersebut merupakan sulung dari dua bersaudara pasangan A Sinaga dan Boru Siregar.
Informasi dari Pemerintahan Desa Padang Bujur menyebut, saat ini jasad korban sedang diperjalanan dari Medan menuju Sipirok untuk pemakaman.
Warga telah menyiapkan makam untuk santri malang tersebut.
“Kabarnya, malam ini sekitar jam 1 atau jam 2 tiba disini. Kami sudah selesai menggali kuburan untuk almarhum,” sebut Kepala Desa Padang Bujur, Sialapan Siregar melalui Perangkat Desa, Tarif Pane.
Sebelumnya, Polres Tapsel pada awak media menyebut, AS santri kelas 2 Madrasah Tsyanawiyah (MTs) itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (23/5) lalu.
Ditubuh korban terdapat luka memar dan diduga dianiaya.
Dari hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Kepolisian, pelaku diduga lebih dari satu orang yang sudah terindentifikasi dan masih dalam pengejaran.
“Kita sudah mengetahui identitas para pelaku saat ini tim Satreskrim Polres Tapsel sedang mengejar para pelaku,” terang Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj kepada wartawan, Selasa (24/5).
Awalnya, polisi mendapat laporan dari pihak pondok pesantren pada Senin (23/5) dan langsung turun ke TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Guna mengetahui penyebab kematian korban, pihak Polres Tapsel membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara.(*)
REPORTER: Amran
EDITOR: Sahala












