POSMETROMEDAN.com – Jalan cor beton menuju objek wisata air terjun Silak-lak sepanjang 316 meter yang menelan biaya hampir Rp.300 juta, tepatnya di Desa Unte Mungkur III, Kecamatan Kolang, Tappanuli Tengah (Tapteng) sudah mengalami keretakan. Kerusakan itu tampak disepanajang badan jalan yang baru saja selesai pengerjaanya.
Keteterangan kerusakan ini diperoleh dari warga sekitar, mengeluhkan kwalitas dari bangunan. Warga hawatir, bangunan tidak bertahan lama.
“Sebagai masyarakat awam saja, saya tahu kalau kwalitas bangunanya buruk. Lihat saja samapai keatas, jalanya sudah banyak retak. Jika kondisinya saja seperti ini pastilah bangunanya juga cepat rusak,” sebut salah seorang warga kepada wartawan di lokasi, yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan Senin (3/12/2021)
Menyikapi jalan rusak yang baru saja selesai dibangun dengan menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2021, Ketua pergerakan Indonesia Jan Hendrik mengungkapkan, terkait proyek itu ia sedang mengumpulkan informasi bukti pendukung dari masyarakat untuk melakukan investigasi.
“Pergerakan Indonesia fokus dalam menampung keluhahan warga apalagi terkait proyek untuk kepentingan masyarakat. Kami lagi mengumpulkan bukti pendukung dugaan kesalahan dalam pembangunan ini. Kalau menurut warga telah terjadi pengurangan volume bangunan,” ucapnya kepada wartawan.
Jika bukti-bukti sudah memadai lanjut Jan Hendrik, ia akan melakukan pelaporan atas dugaan itu kepada pihak yang berwajib.
“Kami sudah tinjau, memang benar jalan banyak yang retak, padahal baru saja selesai dibangun. Kita wahatir kedepan bangunan ini tidak bertahan lama,” tandasnya.

Jika dilihat dari kwalitas bangunan lanjutnya, kuat dugaan telah terjadi pengurangan volume bangunan.
“Diduga kuat ada pengurangan volume. Kalau pengerjaanya sesuai RAB, pasti kwalitasnya juga baik. Karakteristik tanah dilokasi pembangunan juga berbatu pastinya kuat menahan bangunan,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepqla Desa Desa Unte Mungkur III Mangadi Purba yang coba dikonfirmasi wartawan mengaku, hal wajar jika ada warganya yang kritis terhadap proyek pembangunan di desanya. Ia yakin jika jalan beton menuju air terjun Silak-lak itu sudah sesuai pengerjaan.
“Kalau kurasa ga ada yang kurang disitu bang (pembangunan jalan cor beton). Kalau warga bilang tidak susuai itu sah-sah saja, karna warga mungkin tidak tahu,” ungkapnya. (aris barasa)












