Banjir Rianiate di Tapsel Mulai Surut, Nelayan Mulai Mengais Rejeki

oleh
Banjir Rianiate, Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, mulai surut. (Amran Pohan/Posmetro Medan)

POSMETROMEDAN.com – Banjir yang melanda Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai surut, Rabu (22/12/2021). Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan sudah mulai mengais rezeki di Danau Siais

Tokoh masyarakat Kelurahan Rianiate, Jalaluddin Nasution (62) pada wartawan ini menyebut, kondisi air yang menggenangi pemukiman warga, berangsur surut, sejak Selasa (21/12) sore.

Saat ini, Rabu (22/12) terang Jalal (panggilan akrab), genangan air tinggal rata-rata sebatas lutut orang dewasa.

BACA JUGA..  Pengunjung Plaza Kabanjahe Tewas Ditikam

Aktivitas wargapun mulai tinggi, dengan surutnya air yang membanjiri pemukiman warga beberapa hari terakhir.

“Sudah mulai ada aktivitas kerja. Terutama nelayan,” sebut Jalal seraya menyebut, untuk lahan pertanian, sebagian besar masih terendam.

Disampaikan, posko banjir di Kelurahan itu juga masih aktif. Dimana, posko yang didirikan Pemkab Tapsel itu tersedia dapur umum, tim kesehatan dan posko lainnya.

BACA JUGA..  Kepala OJK Sumut Resmi Berganti, Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Diutarakan, banjir tersebut telah menguras tenaga dan fikiran, baik dari warga terdampak maupun petugas dari Pemkab Tapsel, TNI, Polri dan instansi pemerintahan lainnya.

“Mudah-mudahan, pengerukan Sungai Batangtoru dapat direalisasikan, agar kedepan pemukiman kami tak banjir lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, akibat cuaca hujan yang cukup ekstrim dalam beberapa hari belakangan, mengakibatkan Kelurahan Rianiate, Kabupaten Tapanuli Selatan banjir parah. Genangan air hampir sampai ke atap rumah warga. Masyarakat wajib mengungsi, dan pemerintah menyediakan dapur umum.

BACA JUGA..  Nenek di Tamora Dibunuh Polisi

Tidak hanya di Rianiate, banjir dan tanah longsor pun terjadi di wilayah Batangtoru hingga memutus total jalur darat menuju Kabupaten Mandailing Natal (Madina. (*)

Reporter: Amran Pohan
Editor: Hiras Situmeang