Polsek Patumbak Tembak 1 dari 2 Pelaku Curanmor

oleh -150 views

POSMETROMEDAN.com – Polsek Patumbak tembak 1 dari 2 pelaku Curanmor (pencurian sepeda motor), AAN (37) warga Jalan Garu IX No 9 dan OPS (29) warga Jalan Bajak V Gang Hombing, Kecamatan Medan Amplas dari lokasi berbeda, Kamis (14/10/2021).

Bahkan karena nekat memukul petugas dan mencoba kabur, AAN ‘dihadiahi’ petugas dengan tembakan pada kakinya.

Selain itu, penampung barang curian (penadah) dari tersangka, AM (45) warga Jalan Garu I, Kecamatan Medan Amplas, juga turut diamankan petugas bersama barang bukti uang sisa penjualan sebesar 550 ribu dan sepotong kaos.

BACA JUGA..  Menjelang Libur Nataru, BKAG Imbau Umat Kristiani Tidak Mudik

Informasi yang dihimpun, penangkapan bermula dari laporan korbannya, Monica Sitanggang (32) warga JalanPertahanan Gan Amal, Kecamatan Patumbak dengan Nomor : LP/B/583/X/2021/SPKT/Polsek Patumbak/ Polrestabes Medan tanggal 08 Oktober 2021.

Saat itu korban kehilangan sepeda motor Honda Beat BK 4848 AJU milik yang terparkir didepan kios ponselnya, Kamis (6/10/2021) kemarin.

“Dari laporan korban kita lidik dan berhasil mengidentifikasi tersangka. Selanjutnya kita lakukan penangkapan terhadap tersangka AAN dikawasan Jalan Selambo Gang Permai, Kecamatan Percut Seituan,” ungkap Plt Kapolsek Patumbak, AKP Neneng Armayanti SH melalui Kanit Reskrim, Iptu Ridwan SH, Jumat (15/10/2021).

BACA JUGA..  Brakkk!!! Angkot 123 Dihantam KA, 4 Orang Tewas

Dikatakan Ridwan, dari penangkapan AAN, pihaknya kembali melakukan pengembangan dan mengamankan OPS dikediamannya. “Pengakuan tersangka sepeda motor korban dijual pada AM. Selanjutnya kita kembangkan lagi dan mengamankan AM dikediamannya,” terang Ridwan.

Lanjutnya, usai mengamankan AM, tersangka AAN melakukan perlawanan dengan memukul petugas dan mencoba kabur. Sehingga kita memberikan tindakan tegas dengan menembak kaki tersangka.

BACA JUGA..  Babak Baru Penyerobotan Lahan Puncak Sisosar, DPC Projo Buat Pengaduan ke Kejagung

“Kedua tersangka merupakan residivis atas kasus yang sama beberapa tahun lalu dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara tersangka AM kita jerat Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman maksimal 4 tahun hukuman penjara,” pungkas Ridwan. (mad)

 

EPAPER