Dua Mayat Perempuan Bersimbah Darah Ditemukan di Dalam Satu Rumah

oleh -269 views

POSMETROMEDAN.com – Dua mayat perempuan ditemukan di dalam satu rumah. Warga Jalan Rajawali, Gang Gereja, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, dibuat geger, Sabtu (23/10/2021) sore

Wartawan Posmetro Medan yang berada di lokasi, melihat posisi kedua mayat tersebut. Satu jenazah ditemukan dalam posisi gantung diri di dalam kamar depan atas nama H Br Pandiangan (50) dan keponakannya SN Br Simorangkir (20) dengan posisi terbaring berlumur darah di ruang belakang.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak H Br Pandiangan yakni RT Br Pasaribu (14), seorang pelajar yang baru pulang menginap dari rumah saudaranya.

Saat itu RT Br Pasaribu yang pulang ke rumah Sabtu (23/10) pukul 08.00 wib.
Merasa curiga karena pintu rumah masih terkunci dari dalam dan tidak ada sahutan saat digedor dan dipanggil.

BACA JUGA..  Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Poldasu Dirikan 121 Pospam

Lantaran cemas, RT Br Pasaribu mencoba mencongkel pintu rumahnya dengan menggunakan pisau dapur yang dipinjamnya dari tetangga. Namun usahanya itu sia-sia dan tidak berhasil, lantaran pintu rumahnya tidak bisa dibuka.

Kemudian RT Br Pasaribu meminta bantuan kepada tetangganya E Hutajulu untuk membantu membongkar pintu rumahnya. Setelah pintu rumah berhasil dibuka RT Br Pasaribu langsung menuju ruangan belakang rumahnya.

Saat melangkah dan sampai di ruangan belakang rumah, RT Br Pasaribu terkaget-kaget melihat sepupunya (SN Br Simorangkir) sudah terbaring dilantai dengan posisi tubuh berlumuran darah.

Dari sana RT Br Pasaribu berteriak-teriak keluar meminta tolong ke warga. Bukan hanya itu saya RT Br Pasaribu pun semakin merasakan kepedihan mendalam saat melihat jika ibunya (H Br Pandiangan) sudah meninggal dunia didalam kamar depan dengan posisi tubuh tergantung.

BACA JUGA..  Langkat Siap Sukseskan Lilin Toba di Liburan Nataru

“Kami bongkar pintu rumahnya karena gak bisa terbuka, pas dibuka di dalam sudah ada 2 orang meninggal dunia. Yang satu di ruangan belakang dengan posisi tubuh tergeletak dilantai dengan banyak darah dan orang tua RT Br Pasaribu, tergantung di dalam kamar depan rumahnya,” ucap tetangga korban E Hutajulu.

Warga yang tinggal di sekitaran lokasi yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi Kepala Dusun 13, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal Deliserdang. Lalu Kepala Dusun 13 Desa Muliorejo, meneruskan ke Polsek Sunggal.

Petugas Polsek Sunggal yang mendapatkan informasi itu langsung menuju ke lokasi melakukan penyelidikan bersama tim inafis Polrestabes Medan untuk melakukan olah TKP.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak bersama anggotanya dilokasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Ditemukan mayat korban SN br Simorangkir mengalami luka di bagian belakang kepala dan dibagian perut serta untuk diduga pelaku H Br Pandiangan dengan posisi gantung diri dan bercak darah di kakinya. Serta ditemukan 1 batang kayu Broti dan sebilah pisau didekat tubuh korban SN Br Simorangkir,” terang AKP Budiman di lokasi.

BACA JUGA..  Kenalan di Media Sosial, Boru Sinaga Ditipu TNI Gadungan

Selanjutnya, kedua jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan Autopsi guna penyelidikan lanjut. Pihak Polsek Medan Sunggal kini masih memintai keterangan dari berbagai saksi, guna menguak kasus tersebut.

Diduga H Br Pandiangan Membunuh SN Br Simorangkir

Tim Posmetro Medan mendapatkan informasi jika H Br Pandiangan diduga depresi dan stres lantaran ditinggal suaminya meninggal dunia sekitar 3 bulan yang lalu. Dan H Br Pandiangan lah yang diduga membunuh keponakannya SN Br Simorangkir di bagian belakang rumahnya. (oki)

EPAPER