Tak Sesuai Qanun Aceh, Calon Keuchik Lawe Sumur Baru Ajukan Keberatan

oleh

POSMETROMEDAN.com – Calon Keuchik (penghulu, red) Desa Lawe Sumur Baru, Kecamatan Lawe Sumur, Aceh Tenggara, Muhammad Jeni menyampaikan keberatan, kepada panitia pemilihan Pengulu Kute serentak Aceh Tenggara 2021.

Keberatan disampaikan karena panitia pemilihan dinilai telah mengabaikan isi Qanun Aceh Nomor 04 Tentang Cara Pemilihan Dan Pemberhentin Keushik yang disebutkan dalam pasal 15 huruf e, disebutkan Calon Keushik Gampong harus warga yang Berdomisili minimal 3 Tahun terakhir secara berturut – berturut di gampong tersebut dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

BACA JUGA..  Rizky Yunanda Sitepu Daftar Balon Bupati Langkat ke Partai Golkar

“Selain tidak sesuai Qanun Aceh, Pendaftaran Calon kepala desa itu juga tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Daerah Pasal 13 Tahun 2020 Huruf (P),” Kata Muhammad Jenni, kepada Rakyat Aceh (grup posmetro medan), Minggu (31/7).

Surat Gugatan atau Keberatan dilayangkan kepada Ketua Panitia Pemilihan Keuchik di kabupaten ataupun kecamatan, ditembuskan untuk Bupati Aceh Tenggara di Kutacane, DPRK Aceh Tenggara di Kutacane, Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Camat Kecamatan Lawe Sumur, dan Kapolsek Bambel serta Pospol Kecamatan Lawe Sumur.

BACA JUGA..  Pj Bupati Ajak HIPMI Kolaborasi Benahi Langkat

“Disini saya menduga Panitia Pemilihan sengaja meloloskan berkas salah seorang Calon Keuchik atau Rival saya sebagai calon Penghulu. Padahal, calon yang dimaksud diduga tidak mencukupi syarat sebagai Calon Penghulu Kute,” Jeni Menjelaskan.

Surat Gugatan Muhammad Jeni dikeluarkan di Kutacane dan bertanggal surat 20 Juli 2021 dan ditandatangani Oleh bersangkutan Muhammad Jeni. (val)