Sumut Zona Merah Covid-19, Dilarang Gelar Pesta

oleh -149 views
DIBUBARKAN: Tim Gugus Tugas Covid-19 Percut Sei Tuan membubarkan acara pesta pernikahan di Gedung Serbaguna GKPI, Jalan Tiung Raya Ujung, Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Selasa (10/8/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan Provinsi Sumatra Utara saat ini masuk kategori zona merah. Itu menyusul adanya peningkatan dua kali lipat di 8 daerah dengan risiko tinggi.

Data ini berdasarkan situs resmi Satgas Penanganan Covid-19 per Rabu (11/8/2021). Kedelapan daerah tersebut yakni Tapanuli Tengah, Deliserdang, Dairi, Medan, Binjai, Karo, Pematangsiantar dan Asahan.

Berdasarkan data tersebut, daerah yang masuk zona oranye atau risiko sedang Covid-19 di Sumut yakni Pakpak Bharat, Samosir, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Nias, Toba Samosir dan Langkat.

Kemudian Padanglawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdangbedagai, Batubara, Padanglawas, Gunungsitoli, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Padangsidimpuan dan Tapanuli Utara.

Sementara yang masuk zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19 terdapat empat kabupaten yakni Nias Selatan, Nias Utara, Tapanuli Selatan dan Nias Barat.

Terkait kondisi ini, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melarang masyarakat menggelar pesta pernikahan selama penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) semua level di wilayah Sumut.

Namun demikian, warga diizinkan menggelar akad atau pemberkatan pernikahan dengan jumlah tamu maksimal 25 orang.

Edy Rahmayadi mengatakan larangan pelaksanaan pesta pernikahan di Sumut diambil setelah menggelar rapat bersama dengan unsur Forkopimda Sumut. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

BACA JUGA..  Sungai Sei Sirah Besitang Tercemar dan Ribuan Ikan Mati, Pemkab Langkat Turun Tangan

“Berdasarkan hasil kesepakatan kami antara Kapolda Sumut, Pangdam I/BB, Kajati Sumut maka sementara tidak ada pesta pernikahan di wilayah Sumut,” kata Edy Rahmayadi, Selasa (10/9/2021).

Edy menuturkan pihaknya masih mengizinkan masyarakat melaksanakan akad atau pemberkatan pernikahan. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi kehadiran tamu.

“Boleh akad nikah, boleh pemberkatan. Dia batas yang hadir hanya 25 orang,” ucapnya.

Edy mengatakan pihak tidak akan segan-segan untuk membubarkan kegiatan pesta pernikahan di masa PPKM di Sumut.

“Kalau itu dilanggar, saya minta maaf, petugas akan membubarkan hal itu. Tak ada lagi pesta-pesta, terkhusus kepada 33 kabupaten/kota, tidak ada cerita level tentang pesta,” ucapnya.

Pembubaran pesta pernikahan bukan sekedar isapan jempol. Selasa (10/8/2021) kemarin Tim Gugus Tugas Covid-19 Percut Sei Tuan membubarkan acara pesta pernikahan di Gedung Serbaguna Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jalan Tiung Raya Ujung, Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Lurah Kenangan, Dedi Basri Batubara kepada wartawan menyebut awalnya pihaknya menerima informasi bahwa di Gedung Serbaguna sedang berlangsung acara pesta pernikahan. Juga banyak undangan yang hadir hingga menimbulkan kerumunan.

BACA JUGA..  Produksi Narkoba, Polrestabes Ciduk Pasutri 

“Dengan adanya informasi tersebut saya kemudian berkoordinasi dengan Camat Percut Sei Tuan Ismail SSTP MSP dan Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu,” ujarnya.

“Sebelum dibubarkan, Kapolsek memberikan arahan agar acara dihentikan lantaran menimbulkan keramaian serta kerumunan. Menghindari keramaian dan kerumunan itu salah satu upaya dalam pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.

Kemudian Kapolsek memberikan waktu 30 menit agar wisma segera dikosongkan. Pengantin pria dan wanita serta keluarga dari kedua belah pihak meninggalkan lokasi dengan teratur. Sedangkan penjaga gereja dan gedung sudah berjanji tidak akan ada lagi berpesta di lokasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Percut Sei Tuan membubarkan acara pesta pernikahan di Komplek Surya Haji Desa Laut Dendang Dusun 7, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Minggu (8/8/2021).

Khusus di kota Medan, sejumlah ruas jalan di lima Kecamatan di Kota Medan disekat sampai 23 Agustus 2021. Penyekatan berlaku sejak pukul 06.00- 24.00 WIB.

Kelima kecamatan ini merupakan daerah yang menjadi fokus Pemerintah Kota Medan dalam menekan penyebaran Covid-19 karena menjadi daerah penyumbang kasus Covid-19 tertinggi. Kelima kecamatan tersebut adalah Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Selayang, dan Medan Helvetia.

BACA JUGA..  Bobby Harapkan Target Tercapai, Sekolah Tatap Muka Dapat Digelar

Wali Kota Medan,Bobby Nasution memaparkan, penyekatan di lima kecamatan ini nanti lebih di-zoom-kan lagi hingga ke tingkat kelurahan dan lingkungan.

“Hanya sebentar mengalami penurunan kemudian naik lagi tidak pernah keluar dari zona merah. Sehingga harus benar-benar dipastikan untuk memisahkan mana apel yang baik dan mana apel yang buruk. Artinya 5 kecamatan ini harus dipastikan pengurangan mobilitasnya,” ujarnya.

Di Kecamatan Medan Tuntungan, penyekatan dilakukan di Jalan Kapitan Purba Simpang Jalan Karet 12 (sekat mati), dan Jalan Kapiten Purba Simpang Jalan Jamin Ginting (pos pemeriksaan).

Di  Kecamatan Medan Johor, penyekatan di Jalan Karya Wisata Simpang Jalan Karya Kasih (sekat mati) dan Jalan Karya Wisata Simpang Jalan Abdul Haris Nasution (pos pemeriksaan).

Di Kecamatan Medan Sunggal, penyekatan di tempatkan di Jalan Sunggal Simpang Jalan Setiabudi (pos pemeriksaan). Di Kecamatan Medan Selayang, penyekatan dilakukan di Simpang Pasar 1,2,3 dan 6 (sekat mati) dan Jalan Dr Mansyur Simpang Jalan Setiabudi (pos pemeriksaan).

Adapun di Kecamatan Medan Helvetia penyekatan dilakukan di Jalan Gaperta Ujung Simpang Jalan Kelambir V (sekat mati) dan Jalan Gaperta Ujung Simpang Jalan Asrama (pos pemeriksaan).(bbs/sor/ras)

EPAPER