Pelaku Pembunuh Nenek Berusia 80 Tahun Masih Berkeliaran, Warga Juhar Minta Polres Karo Segera Ungkap

oleh -1.271 views

POSMETROMEDAN.com – Sejumlah masyarakat Desa Juhar yang didampingi oleh DPC Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) Kabupaten Karo dan juga PAC Pospera Juhar mendatangi Mapolres Tanah Karo, Rabu (04/08) sekitar pukul 10.00 Wib.

Masyarakat meminta tindak lanjut atas kasus pembunuhan yang menimpa almarhum DG (80) yang terjadi Selasa,18 Mei 2021 lalu, dimana korban ditemukan tewas di perladangan Desa Juhar.

Kedatangan mereka tersebut beralasan kuat, karena masyarakat sudah takut untuk pergi ke ladang mengingat pelaku pembunuhan sampai dengan saat ini belum terungkap.

Sebelumnya masyarakat Desa Juhar berniat melakukan unjuk rasa di Mapolres Tanah Karo. Namun mengingat situasi Pandemi Covid-19, masyarakat pun diarahkan pihak kepolisian untuk melakukan audiensi saja di Polres.

Kedatangan masyarakat tersebut disambut langsung oleh Wakapolres Kompol Aron Tamba Tua Siahaan di ruang Pur-Pur Sage. Dalam audiensi tersebut perwakilan masyarakat Juhar meminta kepada Polres untuk mengambil alih penanganan kasus tersebut.

Andi Kacaribu selaku perwakilan masyarakat Juhar dan juga selaku Ketua PAC Pospera Juhar menyebutkan, “Saya selaku masyarakat Desa Juhar meminta kepada Polres Tanah Karo untuk mengusut dan mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Karena masyarakat saat ini sudah takut utuk keladang pak” ujarnya dalam rapat.

BACA JUGA..  Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi dan Patuhi Prokes

Ditambahkannya lagi, “Kami juga selaku masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan kinerja Kapolsek Juhar, mengingat saat saya datang ke Polsek Juhar untuk mengantar surat aduan tentang masalah ini, Polsek Juhar bilang apa urusan kalian?? Siapa kalian Pospera kok kalian yang repot ?? Begitu lah katanya, makanya saya sudah tidak percaya lagi dengan kinerja mereka. Kalau bisa copot dan evaluasi lah kinerjanya pak Wakapolres” ungkapnya.

Salah seorang masyarakat Juhar lain juga menyebutkan bahwa mereka sudah tidak percaya lagi dengan Kapolsek Juhar. “Kalau bisa dicopot saja kapolseknya pak, karena bukan hanya kasus ini, kami juga melihat ada kasus Narkoba yang ditangkap lepaskan. Jadi kami sudah tidak percaya dengan Kapolsek Juhar pak Wakapolres” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Wakapolres yang di dampingi Kasat Intel, KBO Polres Tanah Karo dan juga Kanit Reskrim Polsek Juhar memberikan tanggapan.

BACA JUGA..  Kapal Ekspor di Asahan Dimolotov Pria Bertopeng

“Penyidikan sampai dengan saat ini masih dilakukan upaya, fungsi intel dan fungsi Reskrim kita gunakan untuk mengungkap kasus dalam mengumpulkan bukti bukti. Kami juga sangat berharap agar kasus ini segera terungkap. kami juga berharap adanya masukan dari masyarakat untuk melakukan pengungkapan kasus ini. Kami sadar memang kasus ini sudah lama cuma kami berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.

Wakapolres juga menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat karena tidak bisa menghadirkan langsung Kapolsek Juhar mengingat Kapolsek sedang opname di rumah sakit.

Wakapolres pun kemudian memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Juhar untuk menerangkan sejauh mana kasus ini sudah ditangani.

Dalam kesempatannya, Kanit Reskrim terlebih dahulu menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Juhar mengingat ada perlakuan yang tidak menyenangkan yang dilakukan Kapolsek Juhar terhadap masyarakat Juhar.

“Mengenai perlakuan Kapolsek kemarin kami minta maaf, mungkin pada saat ketua PAC Juhar agak kurang berkenan. Jadi harus kita ketahui pak Kapolsek itu memang keras bahasanya. Itu hanya kesalahpahaman sehingga terlihat emosi, lagian bapak itu kan ada penyakit mungkin lagi banyak pikirannya,” ujarnya.

BACA JUGA..  Tragis! Pedagang & Pemulung Tewas Dihantam Kereta Api

Dilanjutkan oleh Kanit Reskrim Polsek Juhar, “Terkait kasus pembunuhan itu saya sendiri yang kemarin yang terjun kelapangan. Niat kami pasti adanya untuk mengungkapnya makanya kemarin pun langsung nya kita bawak jenazah ke RSU Bayangkara Medan untuk di outopsi. Sampai saat ini sudah 31 orang saksi yang kami periksa, namun yang mengarah ke tersangaka belum ada kami dapatkan. Semua saksi yang kami periksa semuanya tidak mengetahui. Makanya kami pun berharap peran serta masyarakat dalam mengungkap kasus ini. Apa pun informasi terkait masalah ini tolong disampaikan kepada kami. Kami juga tidak bisa secara serta merta menetapkan tersangka bahaya bagi kami, pastinya segala upaya akan kami lakukan dalam mengungkap masalah ini,” jelasnya.

Menutup audiensi tersebut, Wakapolras  pun kembali menyampaikan bahwa Polres akan menerima semua keluhan dan permasalahn yang di alami masyarakat khusnya Juhar serta akan menindaklanjutinya. (Okky/Leany)

EPAPER