Pasien Kanker Payudara Meninggal Tak Wajar, Muka Lebam, Mata Berdarah, Kening Berlubang

oleh -346 views
KORBAN: Nurmala Tambun tewas usai ditangani RSUP Adam Malik. Keluarga menduga ada malpraktik.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Suasana di RSUP H.Adam Malik Medan heboh pada Sabtu (7/8/2021) malam. Keluarga pasien kanker payudara marah karena mengangap kematian Nurmala Tambun, tidak wajar.

Kondisi jenazah sangat memprihatinkan. Dari salah satu mata almarhum keluar darah dan mata lainnya bengkak seperti mau keluar.

Selain itu, kening (dekat mata berdarah) Nurmala terlihat berlubang. Serta pada kepala terdapat benjolan.

Dengan sederet kejanggalan tersebut, pihak keluarga akhirnya memilih mengambil langkah hukum.

RSUP Haji Adam Malik Medan pun dilaporkan ke Polrestabes Medan, Minggu (8/8/2021) siang.

“Saat ini kami membuat laporan di Polrestabes Medan, agar ditindaklanjuti secara hukum dan bisa membawa jenazah Nurmala Tambun (48) untuk diautopsi ke RS Bhayangkara,” kata Eben Tambunan, keluarga korban.

Eben menjelaskan, Polrestabes Medan sempat meminta agar keluarga terlebih dahulu menemui pihak rumah sakit untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, kenapa jenazah Nurmala lebam-lebam dan bola matanya luka.

“Jadi tadi pagi pihak rumah sakit sudah memberikan keterangan kenapa bisa seperti itu kejadiannya. Tapi kami tetap tidak bisa terima. Karena ada banyak kejanggalan,” ujarnya.

BACA JUGA..  Kapoldasu Terus Pulihkan Kesehatan di Sumut

Eben menceritakan, awalnya Nurmala Tambun dirawat di RSUP Adam Malik karena mengidap penyakit kanker payudara stadium 4 mulai 27 Juli 2021.

Sampai mengembuskan nafas terakhir, Nurmala sudah sebanyak 6 kali menjalani kemoterapi.

Tepat di kemoterapi yang keenam, Nurmala pun mengalami kondisi yang sudah sangat lemah. Pihak medis kemudian melakukan tes Swab PCR yang hasilnya positif terpapar Covid-19.

Setelah itu Nurmala pun dirawat di ruangan isolasi khusus pasien Covid-19 pada 29 Juli 2021. Selama di ruangan isolasi, pihak keluarga tidak menjenguk atau menemui Nurmala.

Hingga akhirnya tepat Sabtu (7/8/2021) pukul 17.00 WIB pihak keluarga mendapat kabar dari dokter RSUP Adam Malik bahwa Nurmala sudah meninggal dunia.

Setelah mendapat kabar menyedihkan tersebut, para keluarga pun langsung ke rumah sakit.

Rencananya Nurmala akan dimakamkan dengan protokol Covid-19, sehingga keluarga tidak bisa melihat jenazah secara langsung.

Tetapi, pihak keluarga meminta foto jenazah Nurmala sebelum dikebumikan. Foto Nurmala pun sampai ke pihak keluarga.

BACA JUGA..  Alumni AKABRI 1998 Gelar Vaksinasi dan Bakti Sosial Nusantara di Sumut

Di dalam foto tersebut, keluarga mendapati kejanggalan pada kondisi fisik Nurmala.

Sontak, keluarga menahan pihak RSUP Adam Malik untuk mengebumikan Nurmala.

“Kejanggalannya ada luka bolong di daerah mata sebelah kanan, lidahnya keluar tergigit, matanya lebam mengeluarkan darah, dan ada benjolan di kepala,” ungkapnya.

“Selain itu, Nurmala kan direkam medis meninggal karena Covid-19, tapi kenapa jenazah dimandikan dan diganti bajunya,” heran Eben.

Adapun kejanggalan lain, lanjut Eben, dari tiga kali Swab PCR yang dijalani Nurmala, ada satu hasil PCR yang tidak didapat keluarga.

Mendapati hal itu, pihak keluarga pun sempat marah terhadap pihak RSUP Adam Malik kenapa kondisi fisik Nurmala bisa sampai seperti itu.

Anehnya, keterangan dokter yang diterima keluarga pada Minggu pagi, utamanya soal luka bolong, justru tidak logis.

Menurut dokter, lubang itu kemungkinan akibat si pasien lebih sering tidur dengan posisi miring.

BACA JUGA..  Masyarakat Puncak 2000 Siosar Surati Menteri LHK, Meminta PT BUK Tidak Diberi Izin Kelola Hutan

Dikatakan Eben, saat itu ada beberapa dokter spesialis mata, paru – paru, dan darah.

Para dokter itu berdalih bahwa darah yang ada di mata Nurmala hanya kotoran mata yang sudah dibersihkan pakai kapas.

“Keterangan dokter itu banyak kejanggalan, makanya kami buat laporan ke Polrestabes Medan. Supaya jenazah diautopsi. Kami minta keadilan,” tegasnya.

Terkait hal itu, ketika dikonfirmasi wartawan, Sub Koordinator Hukormas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak MIKom mengatakan pasien meninggal dengan status positif Covid-19 disertai dengan penyakit penyerta (komorbid) kanker payudara stadium 4 yang sudah diderita pasien sejak beberapa tahun lalu dan sudah menyebar ke beberapa bagian tubuh.

Selain itu, pasien juga mengalami infeksi pada mata sehingga dikonsulkan juga ke dokter mata untuk pengobatan lebih lanjut.

“Keluarga mempertanyakan tentang kondisi dan penyebab kematian pasien, kami dari pihak RS sudah memfasilitasi keluarga bertemu dengan tim dokter dimediasi juga oleh Polsek Medan Tuntungan,” ujarnya.(bbs/ras)

EPAPER