Balok dan Bakar Korban, Warga Helvetia Divonis 19 Tahun Penjara 

oleh -99 views

POSMETROMEDAN.com – Majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing, menghukum Dani Julius Siboro (19) dengan pidana selama 19 tahun penjara.  Warga Jalan Gereja, Medan Helvetia ini terbukti bersalah menghilangkan nyawa korban Ridwan, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (5/8).

Dalam amar putusannya, terdakwa dinilai sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana Pasal 340 KUHPidana.  “Mengadili, menjatuhkan terdakwa Dani Julius Siboro oleh karena itu dengan pidana penjara selama 19 tahun,” ujar Denny.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa korban. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) M Risqy Dermawan, yang semula menuntut terdakwa selama 20 tahun penjara. Atas putusan ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun JPU kompak menyatakan pikir-pikir.

BACA JUGA..  Judi Tembak Ikan Hitam Putih Kuasai Kota Medan

Diketahui, perkara ini bermula saat terdakwa sedang duduk, kemudian lewat Yolivia Purba bersama dengan temannya, terdakwa pun memanggil Yolivia, namun tidak dihiraukannya. Kemudian, Yolivia bersama dengan temannya kembali ke rumah, dimana berjumpa dengan Terdakwa. Terdakwa memanggil kembali dan mengejar Yolivia bersama dengan temannya.

Selanjutnya, Yolivia bersama dengan temannya pun lari ke rumah dan menceritakan kepada orangtuanya yakni Santi Br Butarbutar, kemudian karena Santi tidak terima anaknya diganggu, ia pun mendatangi terdakwa dan terjadi keributan adu mulut.

Kemudian, Korban Ridwan pun datang dikarenakan mendengar ada saudara 1 marga ribut, karena adanya kata kata yang tidak enak didengar, menyebabkan korban Ridwan sempat marah.

BACA JUGA..  Kapoldasu Terus Pulihkan Kesehatan di Sumut

Dan mengatakan kepada Wak Regar bahwa dia itu itoku, kemudian terdakwa yang melihat korban Ridwan marah, mendatangi korban Ridwan untuk menjelaskan permasalahan sebenarnya. Setelah permasalahan selesai korban Ridwan pergi untuk kembali ke rumah.

Akan tetapi dikarenakan terdakwa merasa tidak terima atas permasalahan tersebut, terdakwa mengambil Spritus yang berada di dalam bengkel. Kemudian pergi ke Jalan Pendidikan Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia kota Medan untuk menunggu korban Ridwan Melintas untuk memberikan pelajaran.

Setelah sampai di Jalan tersebut, terdakwa melihat 1 buah kayu broti dan mengambil kayu broti tersebut, kemudian setelah melihat Korban Ridwan Melintas dengan berjalan kaki, terdakwa mengikuti korban dari belakang, kemudian langsung memukul kepala korban.

BACA JUGA..  Masyarakat Puncak 2000 Siosar Surati Menteri LHK, Meminta PT BUK Tidak Diberi Izin Kelola Hutan

Selanjutnya, terdakwa menyiramkan spritus ke tubuh Korban Ridwan dan membakarnya. Karena merasa kepanasan Ridwan pun langsung masuk ke dalam Parit, agar api yang berada di tubuhnya padam. Sementara itu, setelah Ridwan terbakar, terdakwa langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.

Pada 11 November 2020 sekira pukul 22.00 WIB di Jalan Listrik, Medan Petisah pada saat terdakwa sedang tidur, datang pihak kepolisian dan membawa terdakwa untuk diproses hukum selanjutnya. (pmg/gib)

EPAPER