1 Pemalak Ditangkap Polisi, 2 Lagi DPO

oleh -155 views

POSMETROMEDAN.com – Sempat Viral di dunia maya dan media sosial (Medsos), tiga pemalak di Jalan Gaperta diincar polisi. Hasilnya, satu sudah ditangkap sementara dua pelaku lainnya masih diburu petugas Polsek Medan Helvetia.

Kejadian berawal saat Septian Aditya (25) warga Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, bersama temannya Zam Haris Hidayat naik mobil Pick up mengangkut barang Neon Boks untuk di pasang disalah satu kafe yang berada di Jalan Gaperta.

Saat mereka bekerja, datang seorang lalaki berinisial CM (DPO) meminta uang SPSI sebesar Rp100.000 (seratus ribu rupiah).

BACA JUGA..  Ungkap Curat, Polsek Perbaungan Ringkus Pencuri dan Penadah

Mengetahui dirinya akan menjadi korban pemalakan, Septian menjawab “tidak ada”. Mendengar itu, CM langsung berkata, “Kalau gak ada uang, maka kerjaan kalian, berhenti dulu,” cap CM kepada korban.

Tak berapa lama, korban Zam Haris menawarkan kepada pelaku Rp20.000 (dua puluh ribu rupiah). Namun pelaku menolak dan meminta Rp100.000 sambil mengancam kalau tidak pekerjaan tidak boleh di lanjutkan.

Karena korban tidak memiliki uang seperti yang diminta para pelaku, akhirnya korban memohon kepada pelaku CM agar uang yang ia punya sebesar Rp50.000, dan CM pun menerima uang tersebut.

BACA JUGA..  Polres Tanjung Balai Ringkus Pembobol Rumah

Usai mendapatkan uang Rp50 ribu, ketiga pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

“Atas kejadian tersebut korban membuat Laporan Pengaduan ke Polsek Medan Helvetia LP/B/330/VIII/2021/SPKT/Polsek Medan Helvetia/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tertanggal 19 Agustus 2021,” kata Kompol Pardamean, Jum’at (20/8) sore.

Mendapatkan laporan itu, petugas langsung bergerak cepat dan salah satu pelaku berinisial JF (31) warga Jalan Gaperta Ujung, Pasar V Tanjung Gusta, berhasil diringkus, Kamis tanggal 19 Agustus 2021 sekira pukul 13.00 wib di Jalan Cempaka, Kelurahan Tanjung Gusta.

BACA JUGA..  Bobol Kafe di Ringroad, Dua Sohib Ditangkap Polisi

JF pun dikenakan Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama – lamanya 9 tahun penjara.

Tekab Medan Helvetia juga mengamankan
barang bukti 1 (satu) lembar kwitansi nomor 5951 tanggal 18 Agustus 2021 atas nama Ale Lakwan Panggabean bukti bongkar muat Rp50.000.

“Untuk pelaku AG (40) warga Jalan Tanah Garapan dan CM (DPO) warga Jalan Tani Asli masih kami buru dan kami akan berikan tindakan tegas, apabila kedua pelaku tidak koorperatif nantinya. Untuk identitas lengkap sudah kami kantongi,” Tegas Pardamean mengakhiri. (oki)

EPAPER