Wartawan Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Peradangan

oleh -149 views
DIRAWAT: Persada Bhayangkara Sembiring dirawat di RSUP H Adam Malik.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Pasca menjalani operasi pembersihan luka bakar yang disebabkan siraman air keras, kondisi Persada Bhayangkara Sembiring (25) sudah stabil dan sadarkan diri.

Pun begitu, wartawan media online ini masih dalam pemantauan serius dokter spesialis mata. Sebab cairan air keras tersebut mengganggu penglihatannya.

Hal ini diungkap Kasubbag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa). Dikatakan, mata Persada mengalami peradangan. Akan tetapi, ketajaman mata korban masih dalam batas normal.

BACA JUGA..  Edarkan Narkoba Jenis Sabu, Satpam Ditangkap Polres Asahan

“Saat ini matanya ada peradangan, tapi tajam penglihatan masih dalam batas normal. Namun, pasien tetap dalam pemantauan dokter spesialis mata,” kata Rosa, Selasa (27/7/2021).

Rosa menyebutkan, korban telah selesai menjalani operasi debridemen atau membersihkan luka bakar yang dideritanya.

“Setelah dioperasi kemarin, kondisinya sudah stabil dan sadarkan diri. Kemudian, hemodinamik saat ini bagus,” sebutnya.

BACA JUGA..  Lawan PT. BUK, Ratusan Warga Pagari Puncak 2000 Siosar

Meski kondisinya stabil, lanjut Rosa, pasien masih sulit berbicara lantaran wajahnya dipenuhi perban.

“Pasien sekarang dirawat di ruang rawat intensif unit luka bakar,” tandas dia.

Terpisah, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Langgak Putra mengatakan, pihaknya terus menyelidiki pelaku di balik penyiraman air keras terhadap korban.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mendalami CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

BACA JUGA..  Lawan PT. BUK, Ratusan Warga Pagari Puncak 2000 Siosar

“Masih kami lidik (selidiki) pelakunya. Saksi-saksi sudah diperiksa, CCTV sedang dianalisis,” ujarnya.

Diketahui, Persada disiram air keras oleh dua pria berboncengan mengendarai sepeda motor Vixion di Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Medan Tuntungan, Minggu (25/7/2021) malam. Motif pelaku diduga terkait pemberitaan bisnis judi.(ris/ras)

EPAPER