Tawuran di Labuhan Makin Parah, Kios Dijarah, Gereja Dimolotov

oleh -218 views
MELIHAT : Petugas Kepolisian hanya bisa melihat dari jauh massa yang sedang bentrok di Kelurahan Belawan Bahari.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Suasana mencekam terjadi saat tawuran melibatkan ratusan warga di Kelurahan Belawan Bahari, Medan. Puluhan kios dirusak dan dijarah serta gereja dimolotov para pelaku tawuran, Rabu (21/7/2021) subuh.

Informasi dirangkum, tawuran ini melibatkan ratusan pemuda Lingkungan 1 dan Lingkungan XIII, Kelurahan Belawan Bahari. Mereka saling serang dengan lemparan batu di Jalan Pulau Krakatau, Medan Belawan.

Pantauan di lapangan, situasi tawuran sangat mencekam. Sekelompok massa yang brutal membakar kios dan menghancurkan puluhan rumah warga. Bahkan dalam peristiwa ini, puluhan remaja dan pemuda mengalami luka-luka akibat lemparan batu.

Dugaan sementara, aksi tawuran ini berlatar belakang perselisihan anak-anak dan remaja di bawah umur yang berujung pada tawuran antarpemuda setempat.

Anggota Polsek Medan Belawan dan Polres Pelabuhan Belawan yang menerima informasi langsung datang membubarkan kerumunan warga. Petugas bahkan melepaskan tembakan gas air mata.

Setelah beberapa saat, polisi akhirnya menguasai kondisi di lapangan. Warga dipukul mundur dan beberapa orang diamankan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Muhamad R Dayan bersama jajaran dan anggota TNI mendatangi lokasi TKP tawuran. Rombongan sekaligus mengecek bangunan gereja yang nyaris terbakar.

BACA JUGA..  Anggota TNI AU Bonyok Dikeroyok di Klambir V, 5 Orang Diamankan

Pada bagian pintu depan yang terbuat dari kayu tampak gosong yang menandakan bekas api nyaris membakar tempat ibadah tersebut. Sejumlah warga terlihat menangis saat menceritakan peristiwa yang baru mereka alami kepada aparat.

“Apinya langsung kami kami siram. Gas air matanya masuk sampai di sini,” ujar seorang perempuan di halaman gereja.

Selanjutnya, Kapolres dan rombongan meninjau lokasi lainnya yang terdampak tawuran warga tersebut. Petugas TNI-Polri juga menyisir dan mengamankan tiga pemuda diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

“Saat ini kami mengimbau kepada warga agar menahan emosi. Kami juga sudah menurunkan pasukan untuk sama-sama menghalau warga dari dua kelompok,” ujar Dayan, Rabu (21/7/2021) pagi.

Menurutnya, situasi terkini di lokasi tawuran sudah aman dan terkendali. Petugas gabungan dari TNI-Polri dengan peralatan lengkap juga telah menyisir lokasi tawuran.

“Sore ini kami akan panggil kecamatan, lurah dan kepala lingkungan beserta tokoh masyarakat, pemuda untuk mencari solusi mengakhiri tawuran ini,” katanya.

Kesedihan warga bukan tak beralasan. Di saat mereka harus berjibaku di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kini bebannya semakin berat karena barang-barang berharga dan tempat usahanya hancur dalam tawuran tersebut.

BACA JUGA..  Kapoldasu Perintahkan Kapolrestabes-Kapolres Cek SPBU

Seperti disampaikan Rosmita, pemilik kios bakso yang menjadi korban penjarahan. Kios sekaligus tempat tinggalnya dirusak sekelompok orang saat tawuran. Mereka juga mengambil sejumlah harga bendanya.

“Elpiji saya 20 tabung diambil, kompor gas yang besar empat buah. Mereka juga mengambil TV dan speaker, membongkar isi lemari dan mengambil uang Rp4juta serta perhiasan. Ini sudah bukan tawuran, ini penjarahan,” ujarnya.

Senada disampaikan Candra Kirana warga yang rumahnya yang dirusak para pelaku tawuran.

“Saya kan ada anak kecil, jadi pas ramai-ramai itu saya kunci kios lalu ke rumah jaga anak. Tapi setelah dicek tabung elpiji sudah gak ada, kondisi kios juga dirusak,” katanya.

Informasi diperoleh, ada puluhan rumah hingga kios yang dirusak dan dijarah pelaku tawuran. Sementara di lokasi, petugas gabungan TNI dan Polri telah berjaga di TKP tawuran. Sedikitnya ada tiga pemuda ditangkap dan dibawa ke Polres Pelabuhan Belawan.

Kondisi arus lalu lintas dari arah Medan menuju Pelabuhan Belawan maupun sebaliknya juga mengalami kemacetan. Bahkan warga sekitar harus mengoleskan pasta gigi di bawah mata karena masih ada sisa dari gas air mata.

BACA JUGA..  Ratusan Warga Suka Maju Geruduk Kantor Bupati Karo

Tawuran Mariendal

Beberapa jam sebelumnya, di tempat terpisah tepatnya Simpang Marendal juga terjadi tawuran. Bentrok ini terjadi diduga dipicu oleh saling geber suara knalpot motor.

Saat tawuran terjadi, dua kelompok remaja itu saling lempar batu dan balok kayu. Sebagian batu yang dilemparkan para pelaku tawuran mengenai rumah warga. Suasana di lokasi kejadian mencekam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tawuran itu melibatkan kelompok remaja dari Kelurahan Harjosari 1 dan Harjosari 2, Medan Amplas. Aksi tawuran berasal saat satu kelompok remaja menggeber suara knalpot sepeda motor ketika melintas di simpang Marindal.

Tawuran dua kelompok remaja ini akhirnya bubar setelah petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian. Husin, warga setempat mengatakan, dua kelompok remaja itu sering terlibat tawuran.

Akibatnya, rumah warga rusak terkena lemparan batu. Warga menyesalkan tidak ada tindakan tegas dari kepolisian setempat untuk menangkap provokator tawuran ini agar ke depan tidak lagi terjadi. (bbs/ras)

EPAPER