Semoga Huta Ginjang Jadi Duta Wisata Desa

oleh -116 views

POSMETROMEDAN.com – Kondisi alam di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Angkola Timur, jika diibaratkan seorang gadis, sudah cantik rupanya, baik juga perangainya. Hanya tinggal memoles sedikit lagi agar terlihat lebih indah lagi.

Orang pun akan semakin senang berteman dengannya. Hal itu diucapkan Bupati Tapsel disela peletakan batu pertama pembangunan desa wisata agro di Desa Huta Ginjang, Sabtu (24/7) lalu.

“Luar biasa alam Tapsel yang kita cintai ini, terutama Desa Huta Ginjang yang akan kita lakukan peletakan batu pertama desa wisata agro saat ini. Tengoklah ke depan sana. Begitu menyegarkan mata, hijau, kuning warna padinya. Sebagian sudah disemai (ditanami) dan sebagian lagi sudah tumbuh, sejuk sekali dipandang mata, ditambah lagi hawa yang sejuk dan udara segar. Mungkin ini yang dicari orang ketika ia penat, suasana alam asli pedesaan,” ungkapnya.

Namun, Bupati menyayangkan, masih banyak sampah berserakan di parit dan jalanan. Kalau ada orang luar datang dan melihat kondisi sampah itu, bukannya kerasan untuk berwisata, malah cibiran yang pasti datang dari mereka. Syukurnya, seminggu lalu, ada program dari salah satu perusahaan untuk hadirkan Bank Sampah di Desa Huta Ginjang.

BACA JUGA..  Perkara Lahan PLTA Batangtoru Dilanjutkan dengan Sidang Lapangan

Dimana, sampah yang akan ditabung di Bank Sampah bisa diubah menjadi uang dan tentu akan jadi sumber penghasilan baru bagi warga desa. Dan kemarin warga berhasil mengumpulkan sekitar 167 Kg sampah untuk ditabung ke Bank Sampah. Dari 167 Kg sampah itu, total didapat dalam bentuk tabungan yakni sekitar Rp 700 ribu.

Bupati juga memberi semangat ke warga agar pekan depan lebih giat lagi dalam mengumpulkan sampah di Bank Sampah.

“Dan, kami berkeyakinan, ketika ini dipoles serta dipercantik, maka Desa Huta Ginjang akan lebih maju lagi,” tegasnya seraya memuji langkah berani kades dalam suasana masih pandemi.

“Saya membayangkan, warga Huta Ginjang sudah berjiwa melayani, sehingga setiap rumah di Huta Ginjang ramah wisatawan, orang yang berkunjung pun kerasan. Ingin lebih lama, kangen ingin kembali lagi. Seperti kata pepatah, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya akan menjadi pengalaman terindah,” tuturnya.

Anggota DPR RI Komisi XI, H Gus Irawan Pasaribu, juga memuji kedisiplinan warga Tapsel yang cenderung telah taati protokol kesehatan. Gus Irawan yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut itu meminta kedisiplinan itu, supaya tetap dipelihara dan dijaga dengan baik.

BACA JUGA..  Sosialisasi Pendataan Keluarga Digelar di Desa Ujung Bandar Labuhanbatu 

“Karena, tingkat kematian akibat Covid-19 saat ini di Indonesia, sudah yang tertinggi di dunia,” ucapnya sambil menjelaskan, beberapa waktu lalu, dalam tempo sehari, 1.566 orang telah meninggal di Indonesia. Pertumbuhan positif Covid-19 di Indonesia rata-rata per hari menyentuh angka lebih dari 50.000 orang.
Maka Gus Irawan juga mengajak masyarakat untuk mendukung program vaksinasi Covid-19.

Tentunya, juga mengaku bangga, karena ditengah situasi sulit seperti ini, ada terobosan desa wisata agro di Desa Huta Ginjang yang nantinya bisa membantu penghasilan masyarakat.

“Luar biasa terobosan dari Pak Camat Angkola Timur ini. Tadi juga, Pak Bupati menjelaskan, rupanya sampah bisa diolah jadi bernilai ekonomis. Terimakasih Pak Bupati. Ini, lingkungan jadi bersih, tapi ada nilai ekonomis yang bawa keuntungan bagi masyarakat,” terangnya.

Disampaikan, di situasi saat ini, sangat perlu terobosan untuk kepentingan masyarakat luas. Para kepala daerah yang dilantik dimasa pandemi punya tantangan sendiri agar bisa bertahan dari dampak ekonomi, sosial, kesehatan, dan budaya, yang ditimbulkan Covid-19. Belum lagi, APBN yang digelontorkan ke daerah, juga dipotong untuk penanganan Covid-19.

BACA JUGA..  Komunitas Sosial Control Siap Ciptakan Wisata Kuliner di Samosir

“Secara Nasional, itu ratusan triliun yang dipotong. Menko Perekonomian sudah menyampaikan, untuk penanganan Covid dan pemulihan ekonomi Nasional yang sudah disetujui di Komisi XI DPR RI, (APBN yang dipotong) Rp697 triliun dan ditambah lagi Rp225 triliun. Berarti hampir Rp1.000 triliun,” terangnya.

Camat Angkola Timur, Ricky Hadamean Siregar, berharap, kegiatan peletakan batu pertama desa wisata agro itu mampu membawa semangat bagi masyarakat di Desa Huta Ginjang guna meraih kesejahteraan. Nantinya, desa wisata agro di Huta Ginjang akan fokus di sektor pertanian dan kuliner khas. Bukan tanpa alasan, struktur alam yang cenderung agraris di Huta Ginjang jadi faktor pendukung untuk mengembangkan sektor pertanian.

“Selalu, mau pagi, siang, sore, di sini udaranya sejuk. Dan saya rasa, pemandangannya juga cukup baik,”sebut Camat. (ran)

EPAPER