Pembunuh Calon Manten Ditembak

oleh
DIAPIT : Z (tengah) diapit dua petugas Polsek Sunggal.(OKI/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Pasca diamankan, pembunuh calon manten terpaksa merasakan timah panas yang dimuntahkan pistol polisi. Itu karena pria berinisial Z (27) tersebut berupaya melarikan diri saat dibawa pengembangan mencari barang bukti.

Hal ini diungkap Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Budiman dalam gelaran konfrensi pers, Selasa (22/6/2021) sore. Motif pembunuhan yakni sakit hati karena sering diejek korban.

Dijelaskan, kejadian berlangsung di salah satu gudang perusahaan penyalur air mineral di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Ketika itu jam istirahat kerja. Untuk menghilangkan keletihan, korban pun memilih tidur. Melihat orang yang selalu mengejeknya tidur, pelaku lantas mengambil pisau dan menikam leher korban.

BACA JUGA..  PLN Cabut KWH Meter Pedagang Martabak di Jalan Gajah Madan

Korban yang terbangun sempat coba melawan hingga keduanya terlibat perkelahian. Kericuhan tersebut pun mengundang perhatian rekan kerjanya yang lain.

Melihat korban mengalami pendarahan di bagian leher, rekan korban menolongnya dengan membawa ke RS Hermina dekat Simpang Pondok Kelapa. Sementara Z berupaya menyelamatkan diri dengan bersembunyi.

Akan tetapi takdir berkata lain, korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir saat mendapat perawatan. Polsek Sunggal yang mendapat informasi langsung meluncur ke TKP dan mengejar terduga pelaku.

BACA JUGA..  Dukung PSN Pembangunan Jaringan Gas Bumi, Pemko Medan Sosialisasikan Gas Kita

“Kita berhasil menangkap pelaku saat bersembunyi tidak jauh dari tempat kejadian. Namun saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang telah dibuangnya, terduga pelaku berupaya melawan petugas untuk melarikan diri sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku,” terang AKP Budiman.

“Setelah mendapatkan perawatan medis atas luka yang dideritanya, Z dan barang bukti berupa sebilah pisau berukuran sekitar 13 cm telah kita amankan,” imbuhnya.

BACA JUGA..  Dipergoki Mencuri HP, Kakek di Siantar Ancam Warga Pakai Gergaji

Keluarga korban juga sudah membuat pengaduan. Tersangka dipersangkakan dengan pasal berlapis, pasal 340 subs 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkas AKP Budiman.

Diberitakan sebelumnya, ayah kandung korban, Karso mengaku sangat terpukul dan sedih atas meninggalnya Rendy yang baru tunangan tiga pekan lalu.

“Dia itu baru tunangan dan merupakan tulang punggung keluarga,” ucapnya. Atas kejadian itu, Karso berharap berharap agar pelaku dihukum dengan seberat beratnya.(oki/ras)