Nama Kepsek MAN 3 Disebut

oleh -44 views

POSMETROMEDAN.com – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi jual beli jabatan sebesar Rp 750 juta dengan dua terdakwa yakni eks Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenagsu), H Iwan Zulhami dan eks Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Mandailing Natal (Madina), Zainal Arifin Nasution kembali digelar secara virtual di Ruang Cakra II Pengadilan Tipikor Medan, Senin (7/6/2021).

Dalam sidang tersebut, Kepala Sekolah (Kepsek) MAN 3 Medan Nurkholidah Lubis disebut merupakan orang yang menawarkan jabatan Kakan Kemenag Madina kepada terdakwa Zainal.

Yohana selaku istri terdakwa Zainal mengatakan, bahwa saat itu Nurkholidah Lubis menyebut bahwa syarat utama menjadi Kakan Kemenag Madina harus menyetorkan uang Rp 700 juta.

BACA JUGA..  Dewan Minta Polisi Tegas Menindak Pelaku 

“Ibu Nurkholida menjanjikan jabatan Kepala Kemenag di Madina. Lalu, suami saya tertarik. Melalui telepon (disampaikan). Tapi saya enggak ingat tanggal berapa, syaratnya menyerahkan sejumlah uang untuk bapak Kakanwil, Rp 700 juta dan disanggupi,” kata Yohana dihadapan Hakim Ketua, Bambang Joko Winarno.

Yohana menjelaskan, setelah sepakat, uang yang diminta itu kemudian dibayar secara bertahap oleh Zainal kepada Nurkholidah Lubis. “Beberapa hari kemudian dikasih. Pertama cash, Rp 250 juta ke Nurkholida. Selanjutnya enggak tau pak, urusan suami saya,” jelasnya.

BACA JUGA..  Kapolri Tekankan Dukung Pemulihan Ekonomi Tahun 2022

Saat ditanya hakim darimana uang suap itu diperoleh, Yohana secara gamblang menyatakan bahwa uang tersebut didapat dari mengutang. “Utang Rp 450 juta pak, sisanya dari tabungan dan lain-lain,” ucapnya.

Selain itu, Yohana juga membeberkan bahwa dia dan suaminya, Zainal pernah bertemu Nurkholidah Lubis di rumahnya membicarakan masalah ini.

Selain Yohana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Polim Siregar juga menghadirkan saksi lain yakni Wan Isfan Zulhami selaku anak dari terdakwa Iwan Zulhami.

BACA JUGA..  Tabrakan Maut 2 Sepeda Motor di Batang Kuis, 2 Meninggal Dunia

Dalam keterangannya, Isfan mengakui bahwa dia mendapat transfer sebesar Rp 200 juta untuk memenuhi kebutuhan selama kuliah di Jepang. Uang itu dikirim melalui Tragedi Barus selaku anak buah Iwan Zulhami.

Sementara itu, Nurkholidah Lubis dalam keterangannya berdalih bahwa dirinya sengaja menawarkan jabatan Kakan Kemenag Madina lantaran dia tidak suka ada perempuan yang menjadi kepala kantor. Maka dari itu, Nurkholidah Lubis menawarkan jabatan itu kepada Zainal Arifin NasSiregar Dunia Desak Polisi ution. (bbs/gib)

EPAPER