Pembangunan Pengganti Pasar Aksara Diprotes Warga

oleh

POSMETROMEDAN.com – Pembangunan pengganti Pasar Aksara di Jalan Masjid, Dusun I Medan Estate, Kabupaten Deliserdang diprotes warga sekitar. Pasalnya, pembangunan pasar tersebut berdampak buruk terhadap masyarakat.

Nuraini Sinaga, warga sekitar, mengatakan pihaknya dirugikan sejak Desember 2020 atau ketika dimulainya pembangunan pasar. “Sejak dibangun jalan rusak, berdebu, tidak pernah disiram. Belum lagi limbah pembangunan dibuang ke parit warga sehingga terjadi banjir,” ujarnya di depan lokasi pembangunan Pasar Aksara, Rabu (19/5).

Dia berharap warga sekitar juga mendapat tempat untuk berjualan di Pasar Aksara yang baru. Hal itu sebagai kompensasi. “Saya pedagang di Pasar Bengkok, warga sini, maunya diberikan tempat berjualan juga,” ungkapnya.

Br Sitompul, warga lainnya mengatakan pihak pemborong pernah menjanjikan kompensasi. “Ada diberikan beras 5 kg, tapi tidak merata. Kami minta kompensasi, mereka udah janji, tapi tidak ada sampai sekarang,” ungkapnya.

Walikota Medan Bobby Nasution langsung menerima keluhan warga dan berjanji akan menindaklanjutinya.

BACA JUGA..  Antisipasi Dampak Pengungsi, Bobby Nasution Minta Regulasi Dipertegas

Bobby pun menjelaskan, Pasar Aksara nantinya akan menampung pedagang bekas Pasar Aksara yang terbakar 2016 lalu. Berdasarkan perhitungannya, jumlah pedagang yang ditampung mencapai 859 pedagang.

“(Mampu) menampung 859 kios, sedangkan pedagang yang 819 pedagang. Masih mencukupi dan masih ada sisanya Yang diutamakan yang lama, sisanya itu kita lihat standart masuk,” kata Bobby.

Pembangunan Pasar Aksara ini, kata dia, bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat saat berbelanja. Pastinya, mengusung pasar tradisional modern.

BACA JUGA..  Program Gebyar Pajak Sumut Dongkrak Penerimaan PKB, Naik 30 Persen dalam Sebulan

“Ini disampaikan oleh ibu Dirjen, sebagai waktu akses yang sudah menjadi solusi. Dari pasar relokasi dan pasar dibangun nanti, mana lebih layak. Dengan sendirinya pedagang akan pindah otomatis,” ungkapnya.

Pasar Aksara ini dibangun oleh Kementerian PUPR menggunakan APBN Multiyears dengan menelan anggaran sebesar Rp 94 miliar dan pengerjaan akan selesai pada Desember tahun 2021, namun berpotensi molor. (ali)