Bohongi Pengunjung dan Tidak Patuhi Prokes, Pemandian Togi Water Park Ditutup

oleh -83 views

POSMETROMEDAN.com – Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis bersama Gugus Tugas dan Personil Polres Batubara langsung menutup wahana Pemandian Togi Water Park yang ada di Kota Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Rabu (26/05/2021) sore.

Pasalnya, Kapolres dan Gugus Tugas sudah memperingatkan kepada seluruh para pemilik tempat usaha hiburan dan pemandian maupun wisata agar mematuhi undang undang dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan. Serta batasan batasan yang sudah di tentukan pemerintah Republik Indonesia dan Kabupaten ini sendiri agar menetralisir pengunjung serta membatasi maksimal paling banyak 50 % saja.

BACA JUGA..  Koramil Kutalimbaru Operasi Yustisi Gakplin di Pasar Tradisional

Namun yang terjadi sebaliknya pada salah satu tempat pemandian terbesar di kota Indrapura ini sangat mengabaikan anjuran pemerintah dan melanggar Prokes dengan kapasitas yang melebihi yang dianjurkan hanya 500 orang. Saat sidak,  di dalam pengunjungnya mencapai 1200 orang lebih hingga para pengunjung yang ada di dalam harus menyewa tikar dan duduk di halaman sembarangan tempat.

Mirisnya lagi, tempat wahana pemandian yang harusnya menyediakan perlengkapan kebersihan dan steril dari kesehatan pengunjung di wajibkan membeli masker dan Hanstenitezer sebesar Rp 8000, itu belum termasuk uang masuk yang mencekik leher para pengunjung.

BACA JUGA..  Nama Kepsek MAN 3 Disebut

Pengunjung yang datang dari luar daerah mau tidak mau harus membayar karena dari mulai hari besar libur Idul Fitri, Water Park ini pun sudah buka semetara larangan saat itu sudah di tegaskan Polres Batubara dan Gugus Tugas Pemkab Batubara.
“Semua tempat wisata dan hiburan akan kita peroses apabila melakukan dan tidak mematuhi larangan pemerintah tentang protokol kesehatan,” ujar Kapolres.

BACA JUGA..  Koramil Sunggal Monitor Kegiatan Vaksin Massal Covid-19 Pemkab Deliserdang

Saat dikonfirmasi awak media, salah seorang pengunjung berinisial Ma, yang kesal kepada pengusaha tempat pemandian.

“Awalnya kami sudah melihat kepadatan di dalam lokasi pemandian ini. Namun ada karyawan pemandian yang menyuruh kami masuk saja di dalam masi banyak tempat dan aman. Tidak ada larangan polisi, semua aman. Percaya dengan ucapan karyawan itu, kami akhirnya masuk dengan harus membayar mahal sebesar PRp.25.000 per orang  sebanyak 10 orang jadinya Rp.250 ribu,” urainya dengan kesal. (hum/gib)

EPAPER