Tipu Kawan Kecil Rp 3,6 Miliar, Abang Beradik Diadili

oleh -207 views
PENIPUAN: Kedua terdakwa abang beradik masing-masing, Tanuwijaya Pratama dan Robert Sulistian menjalani sidang penipuan di PN Medan, Selasa (6/4/2021).(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Sidang perkara penipuan Rp3,6 miliar lebih berlangsung panas di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/4/2021). Kedua terdakwa abang beradik ini masing-masing, Tanuwijaya Pratama dan Robert Sulistian.

Dalam sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska Panggabean menghadirkan saksi korban Rudy dan mantan pegawai terdakwa Fitria.

Dalam kesaksiannya, Rudy menuturkan kedua terdakwa yang merupakan abang beradik ini awalnya membujuk dirinya bekerjasama dalam bentuk investasi modal usaha di perusahaan kedua terdakwa.

Perusahaan keduanya yakni CV. Permata Deli yang bergerak dalam usaha meubel dan furniture.

Karena dijanjikan keuntungan yang besar dan sudah berteman dengan terdakwa Tanuwijaya sejak masih sekolah, Rudy pun mengamini dan memberikan modal uang dan barang senilai sekitar total Rp3.610.000.000.

“Awalnya saya tidak tertarik. Tapi setelah dijanjikannya keuntungan, saya menyerah dan uang itu saya berikan secara bertahap sejak bulan Maret 2016 sampai dengan Mei 2017,” kata Rudy di hadapan majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan.

BACA JUGA..  Gawat! Mahasiswa USU Jual Ganja di Kampus

Namun, selang berapa lama berkas dan pembukuan yang diminta Rudy tak kunjung diberikan. Lantas Rudy pun mempertanyakan hal tersebut pada kedua terdakwa.

“Mereka tidak transparan saya suruh buat surat perjanjian, tapi tidak ada. Saya sudah ada itikad baik menunggu kejelasan. Saya sudah biayai semua, ibunya sakit pun saya biayai,” cetus Rudy.

Lanjut Rudy, kedua terdakwa mempergunakan uang modal investasi yang diberikan Rudy tersebut. Di antaranya untuk biaya operasional usaha meubel pada CV. Permata Deli miliknya, membayar utang, membayar sewa gudang di Jalan Jala Empat, Kecamatan Marelan

BACA JUGA..  Rico Tewas Ditikam, Diduga Akibat Hamili Anak Gadis Orang

Tidak hanya itu, uang tersebut juga digunakan untuk renovasi gudang, pembelian mesin pembuatan pabrik perabot dan meubel, sewa ruko 3 pintu di Jalan Yos Sudarso, renovasi ruko 3 pintu di Jalan Yos Sudarso.

Kemudian untuk down payment (DP) pembelian 2 unit mobil pick up, untuk kebutuhan perputaran modal usaha serta untuk kebutuhan pribadi kedua terdakwa.

Akhirnya, diketahui bahwa ternyata selama ini kedua terdakwa telah melakukan rangkaian kebohongan kepada Rudy.

Nama Rudy tidak dimasukkan menjadi pesero pengurus pada CV. Permata Deli, terdakwa juga tidak ada mengalihkan modal tersebut ke perusahaan yang baru.

Kedua terdakwa telah mendirikan perusahaan baru yaitu CV. Akela Pratama Meuble. Akan tetapi tidak diaktifkan dan tidak memiliki perizinan baik Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) maupun Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

BACA JUGA..  Pukul Warga Rantauprapat, Oknum Ormas Medan Diciduk 

“Modal yang saya berikan tidak dikembalikan, bahkan keuntungan yang 30% juga tidak ada. Saya sudah ada itikad baik menunggu,” beber Rudy.

“Saat mediasi diberikan cek 18 lembar Bilyet Giro Panin Bank, namun ternyata terdakwa kembali berbohong, karena yang bisa diuangkan cuma 1 lembar,” sambungnya.

Atas kebohongan tersebut, terdakwa pun mengaku merasa kecewa dan tidak habis pikir telah dibohongi oleh temannya sendiri. Korban pun melaporkan perbuatan terdakwa ke Polda Sumut.

Sementara itu jaksa mengatakan akibat perbuatan kedua terdakwa sehingga Rudy mengalami kerugian sebesar Rp 3.610.000.000.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 378 dan Pasal 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(oki)