Kesal Ditagih Uang Kos, Trio Nias Bunuh Djie Goon

oleh -2.406 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Kematian Djie Goon Gunawan alias A Cek (74) akhirnya terungkap. Pemilik kos-kosan ini ternyata dihabisi tiga pria berdarah Nias, yang tak lain adalah penghuni kos.

Ketiganya mengaku kesal karena terus didesak membayar uang kos. Oleh mereka, korban pun dibunuh dengan cara memukulnya pakai batu. Para pelaku yakni FNZ (20) warga Desa Hilina Tafue, Kecamatan Idanogawo, Nias; ASZ (21) dan BSZ (24), keduanya warga Fadoro Taliwaa Desa Sisobahili, Kecamatan Afulu, Nias Utara.

Dari laporan keluarga sejak ditemukan A Cek tewas bersimbah darah di kamar rumahnya, Jalan Merbabu, pada Minggu 7 Maret 2021 lalu esoknya Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil membekuk tiga orang pelakunya.

“Mereka bertiga sudah telat 2 bulan bayar uang kost, jadi mereka merasa risih dan berniat membunuh papa saya (korban). Saksinya ada yang mendengar rencana mereka,” kata Shelly alias Charies (39), anak korban saat menghadiri rekonstruksi pembunuhan ayahnya di lantai II Sat Reskrim Polrestabes Medan, Rabu (31/3/2021) sekira jam 13.45 WIB.

BACA JUGA..  Penjagal Kucing di Mandala Ditahan

Padahal menurut Shelly, papanya itu tidak memaksa para pelaku. Bahkan korban menyarankan mereka mencicil pembayaran meski Rp 10 ribu per hari. Apalagi ketiga pelaku baru 3 bulan ngekost di tempat korban.

Lanjut Shelly, kemungkinan ada motif lain dibalik pembunuhan ini. Sebab menurutnya, beberapa minggu sebelum kejadian, beberapa anak kos lainnya mengeluh kehilangan handphone dan Laptop.

“Malah pas ditanyakan papa saya, mereka menuduh papa saya yang melakukan. Buat apa? Papa saya menjawab begitu karena kami orang berkecukupan. Bisa jadi juga papa saya mungkin pernah memergoki salah satu dari mereka saat mencuri,” ujar Shelly.

Seorang saksi mata, A Wi (19) menjelaskan, sebelum pembunuhan terjadi, ia sempat mendengar korban dan ketiga pelaku cekcok di kamar kost pelaku Fau.

“Pas ribut itu, Acek (korban) saling tuduh kehilangan HP dan soal tagihan uang kost. Suara si Fau terdengar jelas, soalnya kamar saya bersebelahan dengan kamar si Fau yang hanya berdindingkan tripleks. Bahkan Fau mengancam membunuh korban. Dan sekitar jam 1 malam suara ribut itu tak lagi terdengar,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Pukul Warga Rantauprapat, Oknum Ormas Medan Diciduk 

Begitu pun dengan anak sulung korban yang curiga dengan para pelaku yang sudah merencanakan pembunuhan itu.

“Soalnya para pelakunya sudah berkumpul di kamar kost yang dihuni salah satunya yakni, FZ. Dan batu yang digunakan memukul kepala dan wajah papa saya sampai tewas ngak pernah-pernahnya ada di depan kamar mandi kamar itu,” ungkap A Hong (30) anak sulung korban.

Pun begitu ia sepakat dengan kakaknya bahwa kekesalan pelaku memuncak karena ayah mereka sering menagih uang kost.

“Dari hasil rekonstruksi tadi, si Fau inilah pertama yang memukul kepala papa saya pakai Batu. Setelah berdarah, si Fau memanggil pelaku lainya untuk memukuli ayah saya pakai batu hingga meninggal,” ujarnya.

Atas pembunuhan itu, pihak keluarga berharap polisi dan pengadilan menjerat pelaku dengan pasal berlapis yakni pembunuhan berencana.

BACA JUGA..  BNNP Sumut Musnahkan Barang Bukti 16.552,2 Gram Ganja

“Kami minta ketiga pelaku dihukum berat dengan pembunuhan berencana sesuai pasal 338 sub 480, “timpal kuasa hukum keluarga korban, Darmawan yusuf, SH, SE, M.Pd, MH, usai kegiatan rekonstruksi.

Namun begitu pihak Polrestabes Medan menegaskan bahwa ketiga pelaku hanya terancam pasal penganiayaan berat berujung kematian. “Pasal 338 atau pasal 351 ayat 3, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terang Panit Pidum Polrestabes Medan, Iptu J Simamora.

Iptu J Simamora menjejaskan bahwa sebanyak 17 adegan yang dilakoni para tersangka dalam rekonstruksi yang dilakukan pihak Satreskrim Polrestabes Medan bersama pihak Kejaksaan.

“Terdapat 17 adegan A. Di adegan ke 8 korban dipukul pakai batu dibagian kepala, yang akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Motifnya karena kesal dan sakit hati pada saat korban meminta uang kepada para tersangka, dan pada saat itu para tersangka tidak memiliki uang dan korban terus meminta,” pungkas Iptu J. Simamora.(bbs/ras)

EPAPER