Istri Polisi Tewas OD Dalam Proses Cerai

oleh -1.065 views
OLAH TKP : Petugas gabungan sedang melakukan olah TKP di Diskotek Sky Garden.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Polisi terus mendalami kasus tewasnya Rani Afriza alias Tetha (32), istri Bripka Edi Haryono. Selain menggelar olah TKP di Sky Garden, polisi juga membongkar makam almarhum, kemarin (15/3/2021).

Informasi terbaru terkuak, ternyata Rani dan Edi sedang dalam proses perceraian serta tidak tinggal serumah lagi. Ini diungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, kepada wartawan, Selasa (16/3/2021).

Hadi menjelaskan, pada Minggu malam, istri anggota Polri meninggal dunia setelah overdosis (OD). Dia sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong.

Untuk mengungkap penyebab kematian korban, terang Hadi, sejumlah orang juga sudah diperiksa sebagai saksi. Tak hanya Ditresnarkoba, Jatanras Ditreskrimum dan Bidpropam Polda Sumut juga ikut melidik kasus ini.

BACA JUGA..  Gelapkan Sepmor Pegawai Pengadilan Agama, 5 Pria Diciduk Polsek Lubuk Pakam

“Kita sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran korban merupakan istri anggota Polri ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, sesuai laporan Bidpropam Polda Sumut, juga membenarkan RA istri anggota Brimob yang bertugas di Sumut. Namun, sejak April tahun lalu, mereka sudah tidak serumah menunggu proses perceraian.

“Benar yang bersangkutan masih berstatus Bhayangkari, meski dalam proses perceraian. Tetapi RA tidak lagi di dalam pengawasan suaminya. Proses perceraian di Kepolisian ini kan rumit, sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk menyandang status sah bercerai,” ungkap Hadi.

“Tetapi, selama proses perceraian itu, anggota kita ini (Brimob Pelopor A Binjai, red) dan istrinya sudah pisah rumah, sehingga apa yang dilakukan istrinya di luar rumah sudah di luar pengawasannya,” sambungnya.

BACA JUGA..  Pembunuhan di Kuburan China, Korban Dihabisi Kekasih Sejenis

Dalam kasus kematiannya yang diduga disebabkan OD tersebut, pihaknya tidak segan-segan mengambil langkah tegas jika di tempat hiburan malam, yakni Sky Garden di Dusun Tanjung Pamah, Desa Sialang  Paku, Kutalimbaru, Deliserdang, tersebut ditemui peredaran narkoba.

Kabar kematian Rani telah sampai ke telinga Kapolda Sumut, Irjen Panca Simanjuntak. Karenanya, jenderal bintang dua itu memberi atensi terhadap kasus tersebut.

“Jika benar overdosis karena narkoba, maka harus dicari dari siapa narkoba tersebut didapat dan darimana asalnya. Kapolda sudah tegaskan untuk mengungkap kasus ini,” kata Hadi.

BACA JUGA..  Dilapor Warga, Bandar Sabu Dicokok Polsek Sunggal 

Diberitakan sebelumnya, Rani dilaporkan meninggal dunia pada Senin (8/3/2021) lalu. Korban sempat kejang-kejang diduga akibat pil ekstasi yang dikonsumsinya.

Oleh menejemen Diskotek Sky Garden, memberikan pertolongan dengan melarikan korban ke Klinik Raskita di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan.

Namun belum sempat mendapat perawatan medis, korban sudah tidak bernyawa. Bahkan, korban ditinggalkan begitu saja. Oleh tenaga media Klinik Raskita, jasad korban dikembalikan ke Diskotek Sky Garden. Sebab, tak ada keluarga korban yang menjemput jasadnya.(ted/ras)

EPAPER