Cynthiara Alona Sediakan Lapak Prostitusi di Hotel Miliknya

oleh -5.073 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online yang turut menjerat selebritas Cynthiara Alona.

Ketiga tersangka itu yakni Cynthiara Alona selaku pemilik Hotel Alona, DA selaku muncikari, dan AA selaku pengelola hotel.

“Kami sudah interogasi, sudah diperiksa, sudah di-BAP ketiganya ditetapkan tersangka dilakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (19/3).

Yusri menjelaskan, Alona ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini lantaran mengetahui bahwa ada prostitusi online di hotel miliknya.

“Dia (Alona) mengetahui langsung, ada dua alat bukti yang cukup kita dapati untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” jelas dia.

Yusri menuturkan saat ini penyidik juga masih mengejar muncikari-muncikari lain yang ikut terlibat dalam prostitusi online ini.

Dalam kasus ini, kata Yusri, ada 15 orang anak di bawah umur yang menjadi korban prostitusi online.

Kata Yusri, 15 korban tersebut saat ini telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kementerian Sosial.

“Mereka sekarang dititipkan untuk nanti mendapat trauma healing,” ucap Yusri.

Dalam kasus ini, ketiga tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Nama Cynthiara Alona tak asing di dunia hiburan dalam negeri. Ia dikenal sebagai aktris yang pernah membintangi sejumlah film horor.

Kepada penyidik, Alona mengaku menjadikan hotel miliknya sebagai lapak prostitusi online karena kesulitan biaya operasional di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Penghuni cukup sepi sehingga ada peluang agar operasional (hotel tetap) berjalan, ini yang terjadi, dengan menerima kasus-kasus perbuatan cabul di hotelnya, sehingga biaya operasional hotel bisa berjalan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (19/3).

Kendati demikian, kata Yusri, penyidik masih terus mendalami motif Alona dan kedua tersangka lainnya dalam kasus prositusi online ini.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka menawarkan anak di bawah umur lewat aplikasi Michat kepada para pria hidung belang. Pengakuan para tersangka, prostitusi online ini telah berlangsung selama tiga bulan.

“Bagaimana cara merekrut (korban) ada yang dipacari, ada yang ditawari kerjaan sehingga korban di bawah umur ini mau melakukan,” ucap Yusri.

Diungkapkan Yusri, prostitusi online ini mematok tarif antara Rp400 ribu hingga Rp1 juta. Nantinya, uang tersebut dibagi secara merata, mulai dari joki, pemilik hotel hingga kepada korbannya.

“Tarifnya melalui Michat Rp400 ribu-Rp1 juta, dari sana dibagi-bagi, ada yang Rp50 ribu, Rp100 ribu, hotelnya berapa, sampai korban nerima berapa,” ujarnya.(cnn)

EPAPER