Bawa Sabu ke Lampung, Sopir Asal Aceh Dituntut 13 Tahun Penjara 

oleh -1.122 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – M. Yusuf Majid (59) warga Desa Kareung, Kabupaten Pidie, Aceh dituntut 13 tahun penjara. Pria yang bekerja sebagai sopir ini, dinilai terbukti menjadi kurir sabu seberat 695,9 gram dengan tujuan Lampung, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (9/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita menyatakan dalam nota tuntutannya, terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa M Yusuf Majid dengan pidana penjara selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujarnya.

BACA JUGA..  Pukul Warga Rantauprapat, Oknum Ormas Medan Diciduk 

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Dominggus Silaban memberikan kesempatan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, berawal saat tiga petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat, bahwa terdakwa akan membawa dan menjadi perantara jual beli Narkotika jenis sabu dari Provinsi Aceh menuju Provinsi Bandar Lampung.

BACA JUGA..  Penjagal Kucing di Mandala Ditahan

Saat itu terdakwa akan melintas di Jalan Medan Banda Aceh Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat. Setelah mendapat informasi tersebut, para polisi langsung berangkat ke tempat yang di maksud dengan melakukan pemantauan. Tak lama kemudian, polisi melihat seseorang sesuai dengan ciri-ciri terdakwa.

Saat itu, terdakwa baru turun dari bus penumpang umum tujuan Kabupaten Langkat Kecamatan Tanjungpura-Banda Aceh dengan membawa tas ransel. Kemudian para saksi polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa.

BACA JUGA..  BNNP Sumut Musnahkan Barang Bukti 16.552,2 Gram Ganja

Dari penguasaan terdakwa di temukan barang bukti berupa satu bungkus plastik kresek warna biru yang di dalamnya berisi sabu dengan berat bersih 695,9 gram.

Terdakwa mengakui, bahwa sabu tersebut ia dapat dari seseorang yang tidak ia kenal dengan ciri-ciri berambut cepak suruhan Zakaria alias Karia (lidik). Kemudian terdakwa mengakui mendapat upah Rp10 juta jika berhasil mengantar sabu tersebut menuju Provinsi Bandar Lampung. Namun terdakwa baru menerima Rp3 juta untuk biaya diperjalanan. (man/gib)

EPAPER