MANDIRI SYARIAH

Bus Rombongan Kunker Masuk Jurang, Kadis Kominfo Tewas

oleh -1.372 views
TKP : Warga ramai melihat bus yang ditumpangi Kadis Kominfo masuk jurang.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Kunjungan kerja ke Aceh melahirkan duka bagi Pemkab Agam, Sumatera Barat. Pasalnya, bus rombongan ASN masuk jurang dalam perjalanan pulang.

Selain sopir, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Pemkab Agam, Fauzan Hutasuhut dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Tiga Kadis lainnya dikabarkan dalam kondisi kritis.

Ketiga Kadis dimaksud masing-masing Aryati (Kadis Perdagangan); Fatimah (Kadis Tenaga Kerja); dan Ermanto (Kadis Perikanan). Dan sebelas penumpang lainnya luka serius.

Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), pada Senin (8/2/2021) siang.

Informasi diperoleh, kecelakaan diduga akibat sopir mengantuk hingga menabrak jembatan di sisi kiri bus. Sejurus kemudian bus BA 7015 OA tersebut menembus pembatas jembatan dan jatuh ke jurang kedalaman sekitar 10 meter yang merupakan aliran sungai Parlakkitan.

BACA JUGA..  Dua Ruko Terbakar di Medan, 1 Tewas Terpanggang

Warga yang mengetahui kejadian itu mencoba memberikan pertolongan dibantu anggota Babinsa Koramil 14/KTN. Kemudian para korban dievakuasi ke Puskesmas Kotanopan dan RSUD Panyabungan, Mandailing Natal.

Kanit Lantas Polsek Kotanopan, Aiptu Jakfar Lubis, kepada wartawan menyampaikan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

“Bus tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Panyabungan menuju Sumatera Barat. Setibanya di jembatan Muara Mais, tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah truk. Bus pariwisata itu membanting stir ke kiri sehingga menabrak pembatas jembatan dan jatuh ke sungai,” ujarnya.

Kanit menyebut korban yang meninggal tersebut atas nama David (sopir bus) dan Fauzan Hutasuhut. Para korban luka sebagian masih dirawat di Puskesmas Kotanopan dan RSUD Panyabungan.

BACA JUGA..  Dua Ruko Terbakar di Medan, 1 Tewas Terpanggang

Sementara jenazah masih berada di ruang isolasi Puskesmas Kotanopan menunggu jemputan pihak keluarga. “Rata-rata korban mengalami luka di kening,” sebut Kanit.

Bupati Agam, Indra Catri melalui pesan WhatsApp membenarkan kejadian tersebut. Indra Catri mengaku sangat terpukul atas musibah yang menewaskan seorang anak buahnya.

Indra menjelaskan, rombongan adalah unsur pimpinan Pemkab Agam yang penuh dedikasi dan memiliki semangat tinggi untuk mencari solusi permasalahan yang tengah dihadapi khususnya musibah pandemi Covid-19.

“Mereka mengajukan kepada saya agar belajar ke Aceh karena negeri ini adalah salah satu daerah yang bertuah, tangguh, dan mampu bangkit saat mengahadapi musibah tsunami dan covid. Pertanian mereka terutama kopi dan UMKM mereka tetap maju dan menjadi sumber kemakmuran bagi rakyat mereka,” ungkap Indra Catri, terkait alasan rombongan pejabat tersebut berangkat ke Aceh.

BACA JUGA..  Dua Ruko Terbakar di Medan, 1 Tewas Terpanggang

Di Aceh, rombongan ASN juga mengunjungi kebun-kebun kopi dan industri ikutannya agar bisa belajar lebih baik. Mereka mengunjungi sentra UMKM dan pasar untuk belajar lebih banyak lagi dalam memilih mata dagangan, agar tetap bisa bertahan.

“Mereka juga belajar bagaimana caranya pengusaha Aceh menembus pasar mancanegara untuk menyelamatkan produk unggulan mereka,” jelas Indra Catri. “Namun apa mau dikata, malang tidak dapat ditolak saat mau sampai dan kembali pulang rombongan mendapatkan musibah,” tuturnya.(bbs/ras)