MANDIRI SYARIAH

Pembunuhan Sartini di Langkat Terungkap, Pelaku Ditembak

oleh -2.375 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Kasus pembunuhan Sartini (55) warga Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, akhirnya terungkap.

Pelaku ditangkap ditangkap di ladang milik Nasken Suranta Bukit, Dusun Sugihen, Kelurahan Ujung Sampun, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Jumat (22/1/2021) sekira pukul 17.00 WIB.

Pelaku adalah Liadi alias Yoyok alias Sugiono. Pria 35 tahun itu merupakan warga Dusun Pasar IV, Desa Sido Makmur, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Pelaku sukses ditangkap tim gabungan Jahtanras Polda Sumut, Polres Langkat dan Polres Karo. Pelaku dijemput dari ladang milik Nasken Suranta Bukit.

Paur Subbag Humas Polres Langkat Aiptu Yasir Rahman mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari pengaduan Poran Kinepen Sitepu (66).

“Pelapor merupakan warga Jalan Irian Barat No. 06, Kelurahan Pekan Kuala, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumut,” ujar Yasir mewakili Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta SIK, Sabtu (23/1/2021).

“Laporan diterima dengan Nomor: LP/03/I/2021/SU/LKT/SEK KUALA tanggal 11 Januari 2021 dalam perkara tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHPidana,” sambungnya.

BACA JUGA..  Polda Sumut Berhasil Atasi Potensi Konflik KLB Partai Demokrat

Kemudian, pada 22 Januari 2021, Polres Langkat menerima informasi bahwa pelaku berada di ladang milik Nasken Suranta Bukit.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Iptu Muhammad Said Husen SIK bersama Kanit Pidum Iptu Bram Candra SH berkordinasi dengan tim Jantanras Polda Sumut dan Polres Karo.

“Tim gabungan kemudian berangkat ke lokasi dan sukses menangkap pelaku sekira pukul 17.00 WIB. Kemudian tim membawa pelaku ke Polres Karo untuk dimintai keterangan,” tutur Yasir.

Dari tersangka, petugas menyita beberapa barang bukti. Antara lain, 1 kaos lengan panjang warna abu–abu bertuliskan Levi’s. Kaos itu merupakan pakaian yang dikenakan pelaku saat menghabisi korban.

Selain itu, 1 potong celana jeans warna hitam merek Cheap Monday.

“Pelaku terpaksa diberi tindakan tegas terukur (tembak) karena coba melawan petugas saat akan ditangkap,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan sadis terjadi di Langkat. Seorang ibu paruh baya ditemukan tewas di rumah kontrakannya, dengan kondisi pisau masih menancap di perut bawah pusat.

BACA JUGA..  Mobil Mewah Layak Pakai Mangkrak di Gudang Pemko Medan

Kejadian ini sontak menghebohkan warga sekitar Dusun Sei Ruan, Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Langkat, Senin (11/1/2021) pagi. Polsek Kuala pun turun mengamankan lokasi dan melakukan identifikasi jenazah.

Mayat Sartini pertama kali ditemukan Ponike alias Atik (40) warga Dusun V Handayani, Desa Sidomakmur, Kuala, Langkat. Pagi itu dirinya datang untuk mengantar belanja pesanan korban.

Beberapa kali dipanggil, korban sama sekali tidak menjawab. Penasaran, Atik coba memanggil dari belakang rumah.

Namun karena melihat pintu terbuka, dia langsung masuk. Begitu terkejutnya dia. Korban didapati sudah tergeletak tak bernyawa.

Pada bagian perut, dibawah pusat dekat kelamin tampak pisau masih menancap.

Seketika itu juga saksi menjerit minta tolong sembari berlari memberitahu warga sekitar. Tak lama, warga berdatangan ke lokasi temuan lalu memberitahu kades setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian.

BACA JUGA..  Tekan Penyebaran Covid-19, Sumut Terapkan PPKM Mikro

Dari hasil pemeriksaan sementara pada tubuh korban didapati luka bacok pada pergelangan lengan kiri, luka sayatan pada leher, luka pada pipi kanan, luka tusuk pada perut bagian bawah dekat kemaluan dan luka pada sebelah kiri kepala.

Selain pisau, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya berupa satu senter (saat ditemukan masih menyala), pecahan pintu samping rumah yang dirusak, pecahan batu batako, sepucuk senapan angin yang menempel dekat tubuh korban.

Kemudian, dua kayu sepanjang lebih kurang 50 centimeter dengan bekas bercak darah, satu bambu kurang lebih sepanjang 1,20 centimeter, dan satu besi bulat kurang lebih panjang 1,5 meter.

Terkait kasus ini, anak korban, Darmono (40) sangat berharap kepada aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku.

“Saya sebagai anak dan keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku,” pintanya sembari menyebut jika selama ini ibunya tinggal seorang dirinya.(bbs/ras)