Jambret Mahasiswi Tewas Ditembak, Uang Hasil Rampokan untuk Madat

oleh -101 views

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Seorang pelaku jambret berinisial AR (28) ditembak mati polisi. Itu karena residivis ini melukai petugas dengan menggunakan pisau saat pengembangan.

Berdasarkan pemeriksaan sebelum pengembangan, AR mengaku sudah puluhan kali beraksi di kota Medan. Pria ini merupakan warga Jalan Sibiru-biru Pasar VIII, Deliserdang.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji menjelaskan bahwa AR dan rekannya, YS (26) warga Jalan AR Hakim, Medan, pada Kamis 7 Januari 2020 sekitar pukul 13.00 WIB beraksi di Jalan Jati I, Medan Kota.

Korbannya seorang wanita berinisal TAN (20) warga Jalan Sutrisno Gang Amal, Kelurahan Komat I, Medan Area. Ketika melakukan penyisiran, polisi bertemu dengan AR di jalan dan diamankan.

“Setelah diinterogasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di beberapa TKP wilayah Polsek Medan Kota,” jelas Irsan saat konferensi pers di RS Bhayangkara Medan, Jumat (8/1/2021).

BACA JUGA..  Kerja Cepat, Polsek Kota Pinang Ringkus 4 Pencuri Dump Truk 

Kemudian, Irsan menjelaskan polisi melakukan pengembangan ke tersangka lain bernama M. Namun, saat dilakukan pengembangan, AR mengambil sebuah pisau kecil dari slip celananya dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Petugas terkena sabetan pisau di bagian tangan sebelah kiri. Petugas lalu mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tidak diindahkan, sehingga diberikan tindakan tegas terarah terukur ke arah dada,” tegasnya sembari mengungkap, AR tercatat sebagai residivis kasus 363 di wilayah hukum Polsek Deli Tua dan keluar dari penjara tahun 2020.

Setelah AR roboh, petugas melarikannya ke RS Bhayangkara dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Kita mengamankan barang bukti berupa satu unit HP Redmi Note 8 Warna Hitam, satu unit Honda Beat dan sebuah rekaman CCTV,” tutup Irsan.

BACA JUGA..  Kerja Cepat, Polsek Kota Pinang Ringkus 4 Pencuri Dump Truk 

Sementara itu, YS mengakui sudah tiga kali beraksi dengan AR. Dalam menjalankan aksinya, YS kerap bertugas sebagai joki sementara AR sebagai eksekutor.

Uang hasil jambret biasa dipakai beli dan menikmati narkoba (madat). Berikut beberapa lokasi aksi AR berdasarkan data kepolisian, Jalan Sisingamangaraja depan Ramayana Teladan tahun 2018 dengan kerugian HP android; 2 kali di Jalan Brigjen Katamso depan kuburan Mandailing bersama Boy pada bulan Agustus dengan kerugian HP OPPO.

Selanjutnya, Jalan HM Jhoni tahun 2016 dengan kerugian android; Jalan Besar Delitua Kede Durian Oktober 2020; Jalan Pelangi tahun 2019; Stasiun Kereta Api Medan tahun 2018 kerugian HP Android; Jalan Brigjen Katamso Gang Aman, kerugian kalung; Jalan SM Raja depan Pizza Hut, Agustus 2020 kerugian HP Samsung J8.

BACA JUGA..  Kerja Cepat, Polsek Kota Pinang Ringkus 4 Pencuri Dump Truk 

Terpisah, korban TAN menyebut bahwa saat kejadian dirinya hendak pergi kuliah ke Universitas Harapan. Dalam perjalanan, ponselnya berdering.

Namun baru akan menjawab panggilan telepon, pelaku seketika merampasnya.
Berikutnya dia membuat pengaduan ke Polsek Medan Kota.

Laporannya tertuang dalam Nomor LP/555/K/X/2020/SPKT/Sek Medan Kota 07 Oktober 2020 kategori Pencurian dengan kekerasan. Berdasarkan data kepolisian, AR juga telah tercatat dalam beberapa laporan korban.

Di antaranya, LP/483/K/IX/2020/SPKT/sek Medan Kota Tanggal 01 September 2020 atas nama Jekicen Tobing (Curas). LP/629/K/XI/2020/SPKT/Sek Medan Kota Tanggal 21 November 2020 atas nama Muhammad Iqbal Tanjung (penganiayaan).(bbs/ras)

EPAPER