MANDIRI SYARIAH

10 Bulan Ditahan, India Bebaskan 28 Nelayan Aceh

oleh -283 views
ILUSTRASI

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Sebanyak 28 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas India karena masuk wilayah laut India akhirnya dibebaskan. Mereka dipulangkan ke Tanah Rencong setelah 10 bulan ditahan.

“Mereka ditangkap pada jarak 55 mil laut dari daratan Pulau Nikobar oleh polisi pengawal pesisir Pantai India Durgabai Deshmukh pada 3 Maret 2020,” kata Wasekjen Panglima Laot Aceh, Miftach Tjut Adek kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

BACA JUGA..  Razia Narkoba, Manajemen De ‘Tonga Halangi Petugas

Pengadilan Andaman memvonis bebas para nelayan asal Aceh tersebut, Sabtu (16/1/2021). Mereka mendapatkan putusan bebas setelah di advokasi KBRI, Kemenlu RI di New Delhi serta pemerintah Aceh dan PSDKP-KKP RI.

“Kemarin mereka dipulangkan dari Andaman dan hari ini diperkirakan tiba di Indonesia. Mereka transit di Medan, kemudian dibawa ke Jakarta,” jelas Miftach.

Berdasarkan informasi dari KKP dan Kemenlu, kata Miftach, 28 nelayan Aceh tersebut bakal diperiksa kesehatannya terlebih dulu selama beberapa hari sebelum dipulangkan ke Aceh. Panglima Laot Aceh berterima kasih ke berbagai pihak yang telah mengadvokasi sehingga nelayan tersebut cepat dibebaskan.

BACA JUGA..  229 Personil Polrestabes Medan Ditest Urine, Seorang Positif Gunakan Narkoba

“Kebiasaannya nelayan kita bisa ditahan sampai tiga tahun. Selama dua tahun ini ada 160 orang nelayan kita yang ditahan di tiga negara, yaitu Myanmar, India, dan Thailand dan dibebaskan dengan cepat berkat kepedulian dari Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat,” beber Miftach.

Panglima Laot meminta nelayan tidak lagi melewati batas perairan teritorial negara lain. Sosialisasi bakal terus dilakukan.

BACA JUGA..  Dua Penjambret Dihakimi Warga dan Diarak ke Polsek Percut

“Penyuluhan dan pengawasan serta kerja sama dengan negara-negara tetangga sangat dibutuhkan agar nelayan kita bisa melaut dengan aman,” tuturnya.(dc)