Sejoli Didorong Rampok dari Angkot Terkendala Biaya Perobatan

oleh
BANTUAN: Kedua orangtua Tiara Handayani sangat memerlukan bantuan untuk biaya perobatan anaknya.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com-Pasca didorong kawanan rampok dari dalam angkutan umum (angkot) Morina 81, malam minggu kemarin, kini kondisi Tiara Handayani (17) mulai stabil.

Dia sudah bisa bicara. Pun begitu, cewek berkulit putih ini masih di rawat di ruang ICU Rumah Sakit Mitra Medika. Rencananya, Tiara dirujuk ke RS Royal Prima.

Pasalnya, benturan aspal membuat saraf kepalanya perlu mendapat perhatian khusus. Dan kebetulan, RS Medika tidak memiliki dokter khusus bagian saraf.

BACA JUGA..  Laporan Warga, Pemilik 9 Paket Sabu Diangkut

Sayangnya, walau butuh penanganan khusus, rencana rujukan terkendala pelunasan biaya di rumah sakit tersebut. Sebab, penanganan korban merupakan pasien umum. Itu karena Tiara tidak memiliki BPJS.

Ini menjadi beban berat bagi kedua orangtuanya. Sebab ibunya hanya buruh cuci sedangkan ayahnya nelayan tradisional. Sementara biaya perobatan sudah mencapai Rp 8 jutaan.

Mengetahui keuangan orangtua Tiara tak mungkin bisa memenuhi biaya tersebut, para tetangga pun berinisiatif memberikan bantuan sukarela. Pun begitu, dana yang dibutuhkan masih belum terpenuhi. Karenanya, para tetangga berharap ada dermawan sudi memberikan bantuan dana, guna pengobatan lanjutan Tiara.

BACA JUGA..  Uang Hasil Curian Hilang di Kuburan, Pelaku Nginap di Kantor Polisi

Menyikapi bantuan spontan para tetangganya, pasangan Muhammad Saleh (50) dan istrinya Evi (46) mengaku tak kuasa menahan haru.

“Sampai sekarang Tiara masih di Ruang ICU. Kami belum bisa mengeluarkan Tiara dari RS Mitra Medika, karena belum membayar biaya perobatannya,” tutur Saleh.

Terkait tindakan perampok terhadap putrinya, Saleh berharap pihak Kepolisian segera menangkap para pelaku.(bbs/ras)