POSMETROMEDAN.com-Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengapresiasi kepemimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah nahkoda Komjen Firli Bahuri.
Hal itu melihat capaian KPK dalam sepekan terakhir membongkar kasus korupsi dua orang hebat di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi.
Pertama, kata Neta, Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo yang notabene orang dekatnya Prabowo Subianto, tokoh oposisi yang sudah merapat ke Presiden Jokowi.
Kedua, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang notabene orang dekatnya Ketua Umum PDIP Megawati. IPW menilai tentu tak mudah meringkus dua menteri yang sangat dekat dengan kekuasaan.
Namun, kata Neta, sebagai jenderal bintang tiga Polri, Firli sudah membuktikan bahwa dirinya bisa.
“Kerja profesional Firli ini tentu patut dipuji dan diapresiasi. Sebab kinerja Firli ini akan membuat para pejabat yang korup makin ngeri-ngeri sedap,” ujarnya.
Menurut Neta, kasus ditangkapnya dua menteri dalam sepekan terakhir ini menunjukkan bahwa Presiden Jokowi sudah melakukan kesalahan besar dalam memilih para pembantunya.
“Di saat bangsa ini sedang kesulitan dan kesusahan menghadapi pandemi Covid-19, saat rakyat serba-kekurangan, kok ya kedua menteri Jokowi itu tega-teganya melakukan aksi korupsi gila-gilaan,” ujarnya.
“Bagaimanapun aksi ini tidak bisa ditolerir. Kedua menteri Jokowi itu perlu dijatuhi hukuman mati,” tegasnya.
Menurut Neta, kesalahan Jokowi dalam memilih menteri kabinet sebenarnya sudah terlihat pada tahun pertama kepemimpinannya yang kedua. Bahkan, kata Neta, Jokowi berencana me-reshuffle kabinetnya tetapi selalu batal hingga kedua menterinya ditangkap KPK.
Artinya, bila Jokowi tak segera me-reshuffle kabinetnya, dikhawatirkan akan makin banyak menterinya yang ditangkap KPK.(bbs/ras)












