Mahasiswi Dibunuh Mantan di Kos, Mayat Dibawa Naik Becak Barang

oleh -254 views
TEWAS: Jenazah Yuliza dibawa menggunakan becak barang. (IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Seorang mahasiswi dibunuh mantan kekasihnya di kamar kos. Pelaku melibatkan kekasih barunya. Korban dihabisi dengan cara dijerat pakai kabel lampu.

Pembunuhan ini terungkap saat pelaku Ryan Afrishak (18) dan Syahrul Bariah (19) membawa korban ke Puskesmas di Dusun Batu Burbar, Desa Pekan Sawah, Sei Bingai, Langkat.

Ryan merupakan warga Jalan Danau Tondano, Lingkungan IX, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur dan Bariah penduduk Desa Pulau Kampai, Pangkalan Susu, Langkat.

Korban Yuliza (17) dibunuh di kos-kosan Km.18, Gang Sultan, Binjai Timur, Sabtu (14/11/2020) pagi. Begitu melihat korban tak bergerak lagi, kedua pelaku mengangkat tubuh korban ke becak barang.

Berikutnya mereka membawanya ke Langkat. Bingung harus berbuat apa, jasad korban dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa.

BACA JUGA..  Prediksi Pertandingan Liga Jerman: FC Koln vs Wolfsburg

“Keduanya bermaksud memeriksakan kondisi korban seusai dianiaya. Namun, mereka diduga tidak tahu jika korban sudah meninggal sebelum dibawa ke puskesmas,” kata petugas puskesmas, Minggu (15/11/2020).

Usai menerima korban yang sudah dalam keadaan tewas, petugas puskesmas kemudian melaporkan kasus itu ke polisi. Tak lama kemudian, petugas Polsek Sei Binge datang dan mengamankan Ryan dan Bariah.

Kepada petugas, Ryan mengakui telah membunuh teman perempuannya yang merupakan mantan pacarnya.

“Ya, saya yang membunuh. Dia (korban) mantan pacar,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Sei Bingai, Ipda M Ketaren menjelaskan untuk sementara diketahui motif pembunuhan dendam dan menguasai barang berharga milik korban.

“Kedua pelaku menghabisi nyawa korban karena motif dendam. Kejadian siang hari, korban dicekik dengan menggunakan kabel lampu. Hasil interogasi mereka juga ingin menguasai harta berharga milik korban, ada sepeda motor, hp dan uang,” kata Ipda M Ketaren.

BACA JUGA..  Diskominfo Langkat Hattrick Over Target RPMT, Syahmadi: Insya Allah Kembali WTP 2020

Pelaku pria dan korban diketahui saling kenal satu sama lain. Selanjutnya perkara dilimpahkan ke Mapolres Binjai untuk mengungkap motif pembunuhan lebih dalam lagi.

Barang bukti yang disita berupa 1 unit sepeda motor jenis metik warna putih BK 4987 RAH dan kuncinya, 1 unit telepon genggam jenis android, 1 buah dompet hitam dan uang tunai milik korban senilai Rp20 ribu.

Hasil pemeriksaan sementara di Mapolres Binjai, Kasubag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Minggu (15/11/2020), menjelaskan Ryan dan Yuliza sebelumnya sempat punya hubungan pacaran sebelum memiliki hubungan komitmen dengan Bariah kekasihnya yang sekarang.

BACA JUGA..  Puluhan Rumah Terbakar di Belawan 

“Korban itu ternyata mantan pacar si pelaku, mereka sempat punya ikatan pacaran sebelum berpisah. Jadi mereka cekcok lagi gara-gara handphone yang diberikan minta dibalikan. Terus dia punya pacar lagi, itu lah dibunuh. Pihak keluarga mengatakan korban baru mulai kuliah,” kata Siswanto.

Oleh polisi, kedua tersangka disangkakan Pasal 365 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Terpisah, adik korban, Mafira Azahara mengaku tidak menyangka kakaknya akan mengalami nasib nahas. Sebelum kejadian, korban pamit pergi bersama teman pria yang merupakan alumni SMP. “Tidak tahu. Tadi pagi pamit mau pergi sama teman alumni SMP,” ucapnya. (ted/pmg/ras)