Sidang Narkoba Oknum Polisi, Eks Kanit Hamparan Perak Bantah Miliki Sabu

oleh -272 views
SAKSI: Mantan Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Bonar Pohan menjadi saksi dalam kasus kepemilikan sabu oknum polisi, Rabu (7/10/2020).

POSMETROMEDAN.com – Sidang kasus narkoba dengan terdakwa Panit Polsek Hamparan Perak, Jenry Hariono Panjaitan digelar di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/10/2020).

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tersebut, jaksa menghadirkan Eks Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, Bonar Pohan.

Pasalnya, Bonar disebut sebagai pihak yang menyediakan barang bukti 64 gram sabu.

Hakim ketua Safril Batubara, awalnya menanyakan kepada Bonar tentang penangkapan Jenry selaku Panit Polsek Hamparan Perak.

“Kenapa ditangkap, saya tidak tau pak. Dapat informasi dia ditangkap narkoba Polda (Sumut),” ucapnya.

“Kenapa saudara yang dihubungi?,” tanya Safril lagi.

“Saya tidak tau pak. Setelah menerima telpon itu, saya di kantor saya kasih tau Kapolsek (Hamparan Perak). ‘Pak anggota kita ditangkap. Ditangkap kenapa?’ Saya tidak tau,” jawabnya.

Lebih lanjut kata Bonar, pihaknya tahu Jenry ditangkap Polda Sumut setelah Kapolsek menghubungi anggota Narkoba Polda Sumut.

BACA JUGA..  Dua Bulan Main, Tiga Perambah Tahura Diringkus

Namun Bonar sempat terdiam saat hakim Safril menanyakan tentang sabu tersebut, yang lantas dialihkan Bonar.

“(Jenry) Panjaitan dapat barang dari mana?,” tanya Safril.

Bonar mengatakan, jika barang haram itu merupakan pancingan untuk menangkap bandar besar.

“Barang itu dari kamu?,” tanya Safril kembali.

“Tidak pak. Kami tidak ada melakukan itu pak,” jawabnya.

Jawaban Bonar membuat hakim heran. Sebab dalam keterangan saksi pekan lalu menyebut bahwa sabu tersebut milik saksi Bonar, untuk dijualkan.

Hal itu juga diperkuat, dengan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) Jenry yang dibacakan hakim Safril di ruang sidang.

“Saya tidak tau pak. Mungkin dia mau mendapatkan perlindungan dari saya pak,” kata Bonar.

“Ini aneh, kalau cuma mau mendapatkan perlindungan, kenapa tidak menelpon Kapolda atau Kapolri? Kenapa mesti anda?,” kata Safril.

BACA JUGA..  Judi Togel Gurning Subur di Karo, Kapolres Bungkam

“Nanti kita dengar keterangan dia (Jenry Panjaitan), kalau nama anda terlibat bagaimana?,” timpal hakim anggota, Sri Wahyuni.

Namun Bonar tetap berkeras, bahwa sabu itu bukanlah miliknya, walau dalam keterangan saksi dan BAP terdakwa menyebut barang haram tersebut miliknya.

Anehnya lagi, saat dikonfrontir keterangan saksi Bonar kepada kedua terdakwa, Jenry tidak membantah keterangan saksi.

“Benar pak,” ucapnya melalui video conference.

“Kamu ini gimana, kamu bilang Kanit mu ini terlibat,” hardik Safril.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda saksi kembali.

Mengutip dakwaan JPU Fransiska Panggabean, Jenry dan Kiki Kusworo alias Kibo ditangkap pada 28 Februari 2020.

Saat itu, informan menghubungi Kiki hendak memesan sabu.

BACA JUGA..  Rampok Motor, Dua Resedivis Ditembak

Sore harinya, Kiki menjumpai informan yang tak lain polisi di sebuah warung kopi dan menyerahkan satu paket sabu dengan berat 65 gram dengan harga Rp42 juta.

Kemudian, polisi menangkap Kiki dan langsung diinterogasi lalu mengatakan bahwa barang yang dibawanya tersebut adalah milik Panit (Jenry).

Sesampainya di sana, Kiki langsung menunjuk kearah Jenry.

Selanjutnya, dilakukan interogasi dan Kiki serta Jenry beserta barang bukti dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 131 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (man/pmg/ras)