Pungli Urus Sertifikat Tanah Dibongkar, Oknum BPN Sergai Kena OTT

oleh -105 views
JELASKAN: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang menjelaskan pengungkapan kasus pungli sertifikat tanah yang melibatkan oknum BPN Sergai.(GIBSON SIMANJUNTAK/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai terhadap oknum BPN Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (13/10/2020) pagi.

Tersangka bernama Bahar Muharram (26) Asisten Surveyor Kadaster Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Serdang Bedagai.

Bahar diketahui sebagai penduduk Dusun IX, Jalan Veteran Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang. Sedangkan korbannya, Aldi Gunawan (26) warga Dusun I, Jalan Protokol Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai.

Ini disampaikan Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang didampingi AKP Pandu Winata (Kasat Reskrim), AKP Sopyan (Kasubbag Humas) dan Ipda Edward Sidauruk (Kanit Tipikor), Rabu (14/10/2020) dalam konferensi persnya kepada wartawan.

Dijelaskan, pada bulan Maret 2020 korban melakukan pengurusan pembuatan sertifikat hak milik atas tanah dari surat dasar SKT dan Notaris untuk dibuatkan menjadi 34 sertifikat.

BACA JUGA..  Hari Kedua Ops Zebra Toba, Sat Lantas Tilang dan Tegur 279 Pengendara

Bahwa dalam hal kepengurusan 34 sertifikat tersebut korban sudah memberikan biaya dengan total keseluruhan Rp. 53.800.000 ( Lima Puluh Tiga Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) kepada petugas BPN Kab. Sergai. Setelah uang diserahkan ternyata pembuatan sertifikat sebanyak 34 persil, sampai dengan sekarang belum ada yang selesai.

Selanjutnya petugas ATR/BPN Kabupaten Serdang Bedagai kembali menghubungi korban dan meminta biaya pengukuran sebesar Rp 4 juta.

Selanjutnya petugas kepolisian melakukan pengintaian terhadap kerja pegawai/petugas ATR/BPN yang terlibat dalam pengurusan sertifikat itu.

Dan pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2020, petugas menerima informasi tentang adanya pemberian uang pengukuran terhadap petugas ukur kantor ATR/BPN Kab. Serdang Bedagai.

BACA JUGA..  Spesialis Jual Sabu ke Supir Truk, Security PT Mitra Enjenering Diciduk

Setelah menerima informasi tersebut, polisi melakukan pengintaian di sekitar kantor ATR/BPN Kab. Serdang Bedagai. Dan benar, sekira pukul 10.00 WIB, Team melihat korban datang ke kantor ATR/BPN Kab. Sergai dan langsung menuju halaman belakang. Di situ korban memberikan uang kepada petugas ukur kantor ATR/BPN Kab. Sergai.

Melihat hal tersebut, Team langsung menangkap petugas ukur dan turut mengamankan korban serta sejumlah uang yang diberikan oleh korban. Barang bukti yang diamankan dari tersangka uang Rp4 juta, 1 buah tas kecil warna hitam dan 1 buah HP.

“Modus tersangka melakukan pengutipan uang pengukuran tanah pembuatan sertifikat oleh petugas ukur kantor ATR/BPN Kab. Sergai. Tersangka dijerat Pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 Thn 1999 yang diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi, penjara paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun denda minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar,” pungkas Kapolres.

BACA JUGA..  4 Warga Aceh Gagal Antar 6 Kilogram Sabu ke Jambi

Informasi diperoleh, polisi juga mengamankan seorang pegawai ASN lainnya. Terkait hal ini Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Pandu Winata membantahnya.

Ia mengatakan, satu orang yang dimaksud adalah W, yang merupakan anak korban. “Dua orang kita amankan tapi satu itu W, bukan (ASN). W itu anak dari pemohon. Bapaknya sedang sakit. Bukan LSM tapi pemohon masyarakat,” kata Pandu.

Pandu menegaskan, kasus ini masih terus didalami untuk mengetahui apakah B sebenarnya disuruh atau tidak. (gib/ras)