Jasad Cewek Patumbak Dibungkus Sprei; Sari Sempat Diperkosa

oleh -152 views
PEMBUNUH: Para pembunuh Sari dipaparkan di kantor polisi. (IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Pasca penangkapan tiga terduga pelaku pembunuhan Kurnia Maya Sari (33) yang jasadnya ditemukan terbungkus sprei di gubuk, Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) mengungkap fakta mengejutkan.

Dimana, sebelum dihabisi, perempuan asal Gang Cakra II, Dusun XI, Kecamatan Patumbak, Deliserdang itu ternyata terlebih dahulu diperkosa oleh tersangka berinisial DS (25).

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga terduga pelaku yang diamankan polisi dari seputaran Amplas yakni B (30) warga Binjai Km.10,8, Medan Sunggal dan DS (25) warga Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, serta seorang wanita berinisial YP (32) warga Jalan Binjai, Km. 10,8, Medan Sunggal.

“Tersangka DS memperkosa Almarhum Kurnia Maya Sari, kemudian memukul dengan menggunakan sebilah parang ke arah kepala dan wajah sebanyak dua kali,” sebut Paur Humas Polres Humbang Hasundutan (Humbahas), Bripka Lolo Bako di Mako Polres Humbahas, Kamis (1/10/2020).

BACA JUGA..  Butuh Uang Bayar Kontrakan, Istri Ajak Suami Merampok

Dijelaskan, tersangka B dan YP itu mengaku sebagai pasangan suami istri meski tanpa bukti buku nikah. Sementara, DS merupakan pekerja yang baru sebulan terakhir bersama dengan B dan YP.

“Korban merupakan kenalan DS melalui jejaring media sosial dan berhasil dibujuk rayu ikut bekerja di areal perladangan tersebut,” jelas Lolo Bako.

Padahal, pemilik lahan bermarga Simamora tak setuju dan menolak adanya penambahan pekerja. Ketiga tersangka itu kemudian berupaya menyembunyikan keberadaan korban di lokasi tersebut.

Sejak hari pertama tiba di lokasi, korban sudah merasa tak betah dan ingin pulang, namun berhasil dibujuk rayu para tersangka. Lalu, pada hari ketiga korban bekerja di sana, keinginannya untuk pulang ke Medan yang diutarakan kepada DS, YP, dan B.

“Sekira pukul 08.00 WIB pada 26 September 2020, Sari meronta dan berteriak di dalam gubuk karena ngotot ingin pulang meski tak memiliki uang menimbulkan kekesalan B dan DS hingga mulutnya dilakban dan disekap,” sebutnya.

BACA JUGA..  Spesialis Jual Sabu ke Supir Truk, Security PT Mitra Enjenering Diciduk

Saat itu, kata Lolo Bako, pemilik lahan yang kebetulan datang ke ladang sempat mendengar teriakan dimaksud namun berhasil diperdaya oleh YP yang berdalih jika suara teriakan merupakan suara tontonan film horor dari dalam gubuk.

“Di dalam gubuk, B menutup mulut korban dengan sekuat tangan kirinya dan memukul kepala korban dengan sebilah parang sebanyak satu kali, juga membenturkan kepala korban ke lantai sebanyak dua kali,” imbuhnya.

YP yang kembali ke gubuk turut mengikat tangan korban dengan kain dan menutup mulut korban dengan tangan kanan.

“Setelah itu, tersangka DS memperkosa korban dihadapan tersangka B, kemudian memukul kepala dan wajah korban dengan sebilah parang, sebanyak dua kali,” kata Lolo Bako sembari menambahkan, korban dibunuh sekira pukul 19.30 WIB pada Minggu 27 September 2020.

BACA JUGA..  Ngobrol Sama Mertua, Ismail Dibacok Adik Ipar

“Ketiganya terancam hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama 20 tahun sesuai pasal berlapis 340 subs 338, 351 ayat (3), dan 285 KUHPidana,” imbuh Lolo Bako.

Sekedar menyegarkan ingatan pembaca, korban ditemukan tak bernyawa di gubuk ladang milik BS di Asobe, Dusun Lumban Sonang, Desa Sait Nihuta, Kecamatan Doloksanggul, Humbahas, Senin (27/9/2020) pagi lalu sekira pukul 10.00 WIB. Jasadnya ditemukan dalam kondisi dibungkus kain sprei.

Begitu mendapat laporan adanya temuan mayat, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi tiga pelaku. Bekerjasama dengan Subdit II Ditreskrimum Polda Sumut, personel Polres Humbahas akhirnya berhasil menciduk ketiganya di Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas pada hari Selasa (29/9/2020) siang.(bbs/ras)