Diperawani Paman hingga Tewas, Jasad Korban Kembali Disetubuhi Pelaku

oleh -134 views

POSMETROMEDAN.com – Dalam tempo 18 jam Tekab Reskrim Polsek Sunggal dan Satreskrim Polrestabes Medan berhasil membekuk pelaku pemerkosaan, pembunuhan dan perampokan. Pelaku yang merupakan paman kandung korban, residivis kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) dan penganiayaan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim, Kompol Martuasah H Tobing dan Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi merilis kasus ini, Jumat (16/10) di Mapolrestabes Medan.

Kombes Riko mengatakan, identitas pelaku utama yang merupakan paman korban yakni, S (43) warga Jalan Besar Tanjung Selamat, Gang Karo-karo, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal.

Dua pelaku lainnya masing-masing berinisial, Su (40) dan MH (26). Keduanya merupakan warga Jalan Percobaan, Gang Keluarga, Dusun I, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal.

BACA JUGA..  Pemprov Usulkan Kongres Bahasa 2023 Digelar di Sumut

“Motif korban butuh uang karena terlilit utang,” jelasnya.

Dijelaskan Kapolrestabes, peristiwa terjadi Rabu 14 Oktober 2020 sekira pukul 04.00 WIB. Tersangka datang ke rumah kakaknya, Erlina (41) yang merupakan ibu kandung korban untuk meminjam uang.

Ibu korban pun memberikan Rp 200 ribu kepada tersangka. Keesokan harinya, Erlina berangkat kerja dan meninggalkan putrinya (korban), MJ (15) seorang diri di rumah.

<span;>Saat itulah tersangka kembali mendatangi rumah kakaknya dan bertemu korban.

“Dia (pelaku) minta korban menunjukkan tempat ibunya menyimpan uang. Korban tidak tahu, lalu tersangka membekap mulut korban, saat korban pingsan pelaku memperkosa korban,” sebut Kapolretabes.

“Saat korban tersadar dia diperkosa, korban sempat berteriak lalu tersangka kembali membekap dengan bantal guling dan mencekik leher korban. Hingga korban tewas,” sambungnya.

BACA JUGA..  Tiga Bocah di Langkat Hilang Misterius, Beredar Video Ketiganya Bermain Dekat Galian

Saat korban sudah tidak bernyawa lagi, lanjut Kapolres, tersangka kembali menyetubuhi korban. Lalu tersangka mengambil barang-barang milik korban yang terdiri dari 1 unit laptop dan 3 unit ponsel.

Sekira pukul 21.00 WIB, ibu korban pulang ke rumah. Sampai di rumah ibu korban menemukan anaknya meninggal dengan kondisi tangan terikat dan celana terbalik.

Saat itu juga ibu korban membuat laporan ke polisi. Tim yang mendapat laporan ini, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengantongi 1 nama.

Sekira pukul 23.00 WIB atau 18 jam pascakejadian, petugas berhasil menangkap pelaku utama yang merupakan paman korban bernama Supri.

BACA JUGA..  4 Warga Aceh Gagal Antar 6 Kilogram Sabu ke Jambi

Ia ditangkap dari tempat persembunyiannya di sebuah rumah kosong yang berada di Pasar III, Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Saat diamankan tersangka berteriak bahwa dia telah membunuh orang. Warga sekitar yang jengkel langsung memukul pelaku sampai babak belur.

Beruntung, amukan warga itu dapat diredakan dan pelaku berhasil diboyong ke Polsek Sunggal.

Dari tersangka Supri, petugas kemudian menangkap dua tersangka lagi. Masing-masing, Su dan MH di wilayah Tanjung Selamat, Sunggal.

Keduanya berperan menjualkan barang curian milik korban.

“Karena perbuatannya tersangka dipersangkakan dengan Pasal 339 Subs 338 Subs 365 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” tukasnya.(sor)