18 Kg Sabu Gagal Edar di Medan, 6 Pria Diciduk, 1 Tewas Didor

oleh -62 views
PAPARKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Soenarko memaparkan kasus dan para tersangka.

POSMETROMEDAN.com – Tim Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil mengungkap upaya peredaran 18 kg sabu sabu. Pengungkapan ini disertai dengan menangkap 6 orang tersangka. Seorang diantaranya ditembak mati.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi AKBP Rony Nicolas Sidabutar (Kasat Narkoba) dan Kompol Dolly Nelson Nainggolan (Wakasat Narkoba) pada wartawan pada Senin (5/10/2020) kemarin mengatakan, pengungkapan ini bermula dari informasi adanya pengiriman narkoba dari Tanjung Balai ke Medan.

Berikutnya petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan JSP (51) dan CP (31), keduanya warga Tanjung Balai, serta SP (36) warga Jalan Pelita IV, Medan Perjuangan.

BACA JUGA..  Diperkosa Paman, Korban Sempat Main Tik Tok Sebelum Tewas

“Ketiganya diamankan di Jalan Sisingamangaraja Medan. Dari mereka didapati 4 Kg sabu. Pengakuan para tersangka, masih menyimpan sabu di Mess Pemko Tanjung Balai di Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor,” sebutnya.

Petugas bergerak ke lokasi dimaksud. Benar saja, 5 Kg sabu ditemukan di salah satu kamar dikemas dalam kaleng. Tak sampai disitu, dari para tersangka petugas juga mendapat info bahwa akan ada pengiriman sabu dari Dumai ke Medan.

BACA JUGA..  Wakapolres Dilapor Cabuli Pemohon SIM, Kompol N Ngaku Dijebak

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti. Petugas pun berhasil mengamankan I (25) warga Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara di salah satu pool bus di Jalan Sisingamangaraja Medan. Dari tersangka I, petugas menyita 1 kg sabu.

Berdasarkan keterangan I, petugas diberitahu ada dua tersangka lainnya yang membawa sabu di Jalan Gatot Subroto Medan. Petugas bergerak dan berhasil mengamankan MK (21) dan RMN (30), keduanya warga Aceh Utara. Dari keduanya disita 8 Kg sabu.

BACA JUGA..  Nelayan Labura Hilang Diterkam Buaya

Namun, saat hendak digiring ke Mapolrestabes Medan, tersangka RMN berusaha melakukan perlawanan dan mengamcam keselamatan petugas. Tak mau ambil risiko, usai memberi tembakan peringatan petugas langsung menembak dada RMN hingga akhirnya dinyatakan tewas.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat melanggar Pasal 114 Ayat 2 Subs Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (sor/ras)