Makam Dibongkar, Keluarga Curiga Lubis Dibunuh

oleh -77 views
DITUTUP: Lokasi pembongkaran makam dan autopsi jenazah Rahmadsyah Lubis ditutup terpal agar tidak terlihat warga.(IST/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Sekujur tubuh penuh luka lebam. Tulang rusuk juga patah. Demikian kondisi Rahmadsyah Lubis alias Ucok (22) setelah makamnya dibongkar Tim Inafis Polres Mandailing Natal (Madina), Senin (5/10) sekira pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, warga Desa Pakantan Lombang, Kabupaten Madina itu ditemukan di perkebunan kopi miliknya. Keluarga korban menuding Ucok dibunuh oleh orang yang dikenalnya.

Kecurigaan menguat setelah di tubuh dan wajah korban ditemukan sejumlah luka lebam. Tulang bahu dan rusuknya juga patah.

Tak terima, ayah korban Asmara Lubis meminta agar Polres Madina melakukan autopsi terhadap jasad korban. Ia pun membuat pengaduan dengan nomor LP/02/IX/SU/2020/SU/RES MDN/SEK Muarasipongi tanggal 7 September 2020.

Namun karena jenazah sudah sempat dikebumikan, terpaksa harus diangkat kembali untuk diautopsi. Setelah makam digali, petugas dari tim forensik RS Djasamen Saragih (Siantar) dipimpin oleh dr. Reinhard JD. Hutahean SpF.,SH.,MH dan Tim Inafis Polda Sumut langsung melakukan autopsi di lokasi pembongkaran.

BACA JUGA..  Dikibus Warga, Dua Pengedar Sabu Diringkus Polres Tanjungbalai

Selanjutnya, jenazah korban kembali difardhu kifayahkan kembali dan dimakamkan kembali di lokasi yang sama. Agar tidak terlihat oleh masyarakat, pihak kepolisian memasang terpal di tenda di makam korban.

Kemudian ditutupi terpal berwarna biru di semua sisi selama proses autopsi berlangsung. Proses pembongkaran hingga pemakaman kembali berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB.

Proses autopsi turut dihadiri Kasat Reskrim Polres Madina AKP Azwar Anas. Disaksikan oleh orangtua dan keluarga Rahmad Lubis.

“Pembongkaran makam Rahmad Lubis ini kita lakukan bersama Tim Inafis Polda Sumut dan dr forensik RS Djasamen Saragih, Siantar,” ujar AKP Azwar Anas di sela-sela pembongkoran.

“Ini adalah makam Rahmadsyah Lubis alias Ucok (22) selanjutnya nanti kita akan ke lokasi penemuan jenazah,” sambungnya.

AKP Azwar mengungkapkan, pihak keluarga menemukan korban meninggal dunia di kebun kopi Ulun Mase, Desa Pekantan Lombang, Kecamatan Pekantan, Kabupaten Madina pada 2 September 2020.

BACA JUGA..  Usai Transaksi Sabu, Edo Digrebek Polsek Pantai Cermin

“Setelah itu pihak keluarga menguburkan jenazah di perkebunan keluarga,” tutur AKP Azwar.

Namun pada saat itu keluarga belum membuat laporan kepolisian. Sehingga pada tanggal 5/9/2020 barulah pihak keluarga membuat laporan pengaduan ke Polsek Muara Sipongi.

Kemudian petugas Polsek Muara Sipongi mendatangi TKP sembari meminta keterangan dari beberapa orang. Pada hari itu juga, petugas kepolisian dari Muara Sipongi dan Polres Madina melakukan olah TKP di lokasi kejadiaan.

“Jadi, kita lakukan autopsi guna memastikan kematian almarhum dan hasilnya nanti akan kita sampaikan kepada keluarga. Gelar perkara nantinya akan dilaksanakan di Polda Sumut tanggal 8 Oktober 2020,” sebut AKP Azwar Anas.

Selama proses berlangsung, puluhan warga terlihat berkerumun di sekitar lokasi. Namun, tidak bisa mendekat karena petugas memasang garis polisi (police line) yang mengitari lokasi pembongkaran makam.

Tentang hasil pembongkaran dan autopsi terhadap jenazah Rahmadsyah, polisi mengaku belum bisa menyampaikannya sekarang. Sementara itu, ayah korban mengaku pihak keluarga akan menerima apa pun hasil dari autopsi tersebut.

BACA JUGA..  Ngobrol Sama Mertua, Ismail Dibacok Adik Ipar

Pun begitu, ia berharap penyebab kematian anaknya dapat terungkap. Pasalnya, pihak keluarga sangat meyakini jika kematian korban akibat dari tindak pidana penganiayaan atau ada indikasi-indikasi lain.

“Dan bila memang kematian anakku ini adalah akibat penganiayan, kami harap Poksek Muara Sipongi dibantu Polres Madina segera dapat mengungkap dan menangkap para pelakunya,” harap Asmara Lubis.

Sementara, Amangbou korban Pimpin Lubis juga menduga korban tewas akibat dianiaya. Ia merasa kehilangan karena di mata keluarga korban dikenal baik.

“Dan kami rasa kematiannya ada hubungannya dengan jual-beli sepedamotor Supra Fit itu. Kami sudah melakukan ikhtiar dan doa dengan mendatangi Wasidik Polda Sumut dan Kontras Sumut,” sebut Pimpinan Lubis.

“Semoga Allah SWT membuka kejadian ini seterang-terangnya, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya.(bbs/abc)