HUT NAGAN RAYA

Pesan Terakhir Korban Pembunuhan Sadis di Tembung: Jaga Anak-Anak Ya!

oleh -144 views
KORBAN PEMBUNUHAN: Jenasah korban pembunuhan di Tembung, saat tiba di rumah duka. (Mangampu Sormin)

posmetromedan.com – Korban pembunuhan sadis yang  jasadnya ditemukan di Jalan Mahoni Pasar II Tembung, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, telah tiba di rumah duka di Jalan Bromo Gg Bahagia, Kelurahan Tegal Sari Ii, Kecamatan Medan Denai. Minggu (30/8) malam.

Jasad  Fitri Yanti (44) sampai di rumah duka dibawa menaiki ambulans, usai dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim.

Ramadius, salah seorang keluarga korban menuturkan sebelum ditemukan meninggal, pada Sabtu (29/8) malam sekitar pukul 21.00 WIB, korban keluar dari rumah orangtuanya di Jalan Bromo Gg Bahagia, mengendarai sepedamotor jenis metik.

Selang satu jam kemudian salah seorang anak korban  menelepon mamaknya untuk menanyakan keberadaannya. “Mamak dimana” tanya anak korban. “Mamak di Tembung sama kawan. Jaga anak-anak (cucunya),” terang Ramadius menirukan ucapan  anak korban yang laki-laki.

“Sekitar jam sepuluh (22.00 WIB), korban masih ditelepon sama anaknya. Bahkan korban berpesan kepada anaknya  agar jaga anak-anak (cucunya-red),”  ujarnya

BACA JUGA..  Aiptu Irwansah, Polisi yang Belikan Masker Pebetor Saat Ops Yustisi

Keluarga tak menyangka bahwa pesannya tersebut merupakan perkataan terakhir korban karena sekitar pukul 23.00 WIB, nomor hp korban sudah tidak aktif.

“Malam itu keluarga terus mencari korban hingga akhirnya mendapat kabar  bahwa korban ditemukan warga telah tewas di Pasar II, kawasan Tembung,” katanya.

Masih dijelaskan Ramadius, bahwasanya korban selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia karena sering bertengkar dengan suaminya berinisial FP yang usianya diperkirakan lima puluhan tahun.

Selama ini mereka (korban dan FP tinggal di Pasar V Tembung). Karena sering berantem dengan suaminya, makanya korban kembali ke rumah orangtuanya.

Untuk diketahui sebut Ramadius, FP sendiri  merupakan suami kedua korban. Mereka sudah 3 tahun berumah tangga. Dari suaminya yang sekarang ini (FP) mereka belum ada anak. Tapi dari suami pertama mempunyai tiga anak (1 laki-laki dan 2 perempuan) yang sudah dewasa. Tapi anak korban yang laki-laki sudah berumah tangga dan sudah punya anak.

BACA JUGA..  Polda Sumut Musnahkan Sabu, Inex dan Ganja dari 13 Kasus dan 18 Tersangka

Selain itu sebut Ramadius, tiga hari sebelum ditemukan meninggal, korban pernah mengatakan kalau dirinya pernah diancam FP mau digorok,”Takut aku kalau jumpa dia (FP) karena aku mau digoroknya,” tandas Ramadius menirukan perkataan korban.

Hal yang sama juga diceritakan Nobon. Tetangga korban ini mengatakan selama tinggal di Pasar V Tembung, korban sering mendapat perlakuan kasar dari FP,” Kalau FP sudah marah. Selain dianiaya, korban juga pernah di sekap dalam rumah. Dia juga sering curhat sama saya soal rumah tangganya karena kerap diperlakukan kasar,” terang Nobon.

Atas kejadian ini pihak keluarga korban berharap agar aparat kepolisian segera membekuk pelaku yang diduga dilakukan orang dekat korban.”Kami harap pihak kepolisian segera mungkin meringkus pelaku yang dengan sadis menganiaya korban hingga tewas ,” cetus keluarga korban.

BACA JUGA..  BERITA DUKA: Ketua KPID Sumut Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Seperti diberitakan sesosok mayat wanita ditemukan tewas dengan leher digorok di Jalan Mahoni Pasar II, Tembung, Desa Bandar Khalifa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Minggu (30/8/20) sekitar pukul 09.00 Wib.

Mayat wanita yang ditemukan dengan kondisi telungkup di semak belukar diketahui bernama Fitri Yanti (44) warga Jalan Bromo, Gang Bahagia, Kecamatan Medan Denai. Jasad korban pertama sekali diketahui warga sekitar dan melaporkannya ke warga lainnya dan meneruskan ke  polisi setempat.

Tidak berapa lama personil Polsek Percut Sei Tuan dan Tim Inafis Polrestabes Medan turun ke lokasi melakukan olah TKP.  Dari lokasi petugas menemukan barang bukti berupa gelang, cincin dan sepasang sendal jepit. Lalu, jasad korban di evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut guna otopsi. (sor)