POSMETROMEDAN.com – Letusan senjata api (senpi) terdengar di area counter check in tiket D terminal keberangkatan penumpang pesawat domestik Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang, Kamis (10/9) sekira pukul 10.30 WIB.
Kejadian itu mengagetkan pengunjung dan pekerja. Letusan senjata api berasal dari pistol genggam dinas milik seorang personel TNI AD bernama Pelda Junaidi Jalan Dharma 4 No 3 RT/RW: 010/004 Ds. Baru Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Prov. DKI.
Pelda Junaidi diketahui bertugas di Kopasus dengan jabatan Bagren Proggar Siren Denma. Ia merupakan calon penumpang pesawat Lion Air JT No. Flight 211 rute KNO – Soekarno Hatta .
Letusan pistol terjadi saat Pelda Junaidi melaksanakan check in di counter D terminal keberangkatan. Saat itu ia akan mengosongkan senjata yang disaksikan petugas Avsec Maskapai Lion Air.
Untuk memastikan di dalam senjata api tidak ada peluru yang tertinggal, Pelda Junaidi mengokang senjata api. Namun terjadi mal fungsi (macet) pada senpi tersebut.
Pelda Junaidi lalu memperbaiki kondisi senpi miliknya tersebut. Namun tiba-tiba senjata meletus dengan posisi laras ke arah lantai.
Selanjutnya, Pelda Junaidi dan senpi dinas tersebut diamankan ke Posko Penerbangan Avsec Bandara Internasional Kualanamu untuk dimintai keterangan.
Duty Manager Bandara International Kualanamu Luas Tambunan dan Divisi Infrastruktur Bandara Kualanamu Bayu melakukan pengecekan untuk penyelesaian masalah tersebut.
Pelaksana Tugas Branch Communication Legal Angkasa Pura II Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang Fajri Ramdhani membenarkan peristiwa tersebut.
Dijelaskan Fikri, letusan terjadi tanpa disengaja saat akan mengosongkan peluru.
“Senpi yang sudah mengarah ke lantai tiba-tiba meletus. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas bandara KNIA,” ujarnya Fajri Ramdhani.
“Kami mohon kepada Airlines Groundhandling apabila ada protokol atau instusi yang yang membawa senjata kemudian mengosongkan senjata dengan peluru agar dilarang dan diarahkan ke ruang khusus pengosongan senjata api yang telah kami sediakan,” ungkapnya .
PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu menyatakan tidak ada kerugian atas letusan senjata api milik Pelda Junaidi. Pelda Junaidi diperbolehkan untuk menaiki pesawat dengan penerbangan lainnya.(bbs/sor)












